Senin, 22 Juni 2009

APAKAH AKU AKAN MEMILIH...?!


Beberapa bulan yang lalu atau bahkan beberapa tahun sebelumnya,Aku sudah memiliki bayangan dan bahkan sudah memastikan siapa “calon presiden” yang akan kupilih.Begitu yakinnya,sampai tidak mempedulikan omongan-omongan busuk di sekitar capres tersebut.Dengan sangat yakinnya pula,aku selalu berkoar-koar lantang bakal memilih siapa di pemilu capres juli mendatang.Bahkan provokasi menjijikkan pernah bersarang di otakku,meski hanya sekedar wacana.Dan dengan segala keyakinankupun,aku berjanji tak akan menjadi golongan putih di pemilu yang ini.Kan kuluangkan waktu sebisa mungkin untuk menjadi bagian dari pesta demokrasi 5 tahunan ini.Antusias dimana-mana.Menyelimuti seluruh lapisan perspektifku.
Ha ha ha… Tapi betapa bodohnya aku saat itu.Begitu polosnya menjadi korban sebuah manipulasi kekuasaan.Terperangkap di alam bawah sadar.Namun segala realita membangunkanku.Politik memang tak sehalus sayap kupu-kupu dan tak sekeras karang di lautan.Ia akan begitu rapuh tanpa pegangan.Politik,akan selalu bersembunyi di balik topeng keabsurdan.Jangan pernah menyerah dalam genggamannya.Semua tak seindah tampakannya.Jangan hanya melihat permukaannya saja.Segala pusaran kepentingan,kekuasaan,dan kekayaan bermain didalamnya.Tak peduli apa yang akan dilakukan meskipun harus menjlat sampai kelu sekalipun,asal segala tujuan tercapai.”najis politik praktis!!!”
Lalu apakah aku akan memilih…?! Aku tak tahu.Aku ragu.Setelah melihat apa yang ada sekarang ini.Seperti sandiwara dengan begitu banyak babak dalam episode yang panjang.Masing-masing capres saling mengeluarkan jurus.Yang menurutku sangat kekanak-kanakan dan bahkan konyol.Mungkin anak TK_pun akan menertawakannya.Bagaimana mungkin orang-orang yang terkenal dengan keintelektualannya,seakan-akan tidak pernah menggunakan otaknya.Hanya mengandalkan emosi sesaat.Saling ejek,saling serang,saling jegal,beretorika tanpa ujung,berwacana tanpa solusi.Pantaskah calon pemimpin Negara melakukan hal-hal yang diluar norma “kepantasan” seperti itu.Dimana kebijaksanaan dan kearifan khas negarawan sejati.Sudah berkalang tanahkah…..? Ataukah masih terpenjara dalam sekat-sekat hati yang angkuh tak tersentuh.Ha ha ha… kembali lagi Tanya yang tak perlu jawab.
Apakah dengan melakukan hal-hal yang konyol tak tahu malu sperti itu,masyarakat akan simpati…?! Lalu akan menjadi loyal memberi dukungan kepada mereka…?! Aku rasa kita semua tahu bahwa masyarakat kita sekarang tidaklah sebodoh dan senaif itu.Mereka sudah cukup cerdas untuk menentukan siapa dan apa yang terbaik bagi dirinya dan masa depan bangsa.Mustahil bagi mereka untuk memilih capres yang sibuk mengais-ngais “sampah”,yang jelas-jelas hanya memberi bau busuk tanpa ada arti sama sekali.Tak bosankah mereka menjual mimpi-mimpi indah tanpa arah.Yang mungkin hanya akan menjadi mimpi-mimpi kosong semata.Membualkan kata-kata yang menurut mereka adalah visi misi sejati.Hal-hal yang seharusnya mencerdaskan tapi berubah menjadi system pembodohan akut.Rakyat seakan-akan hanyalah sekedar subjek.Yang mudah digiring pemikirannya kemana saja.Subjek yang begitu dimanja bila ada sesuatu hal yang diinginkan.Dan apabila hal yang diinginkan sudah didapat,akankah rakyat akan tetap mempunyai suara untuk menggerakan segala kebijakan-kebijakan pemerintahan yang akan terpilih mendatang.Suara-suara yang tak akan termarjinalkan lagi,tapi akan menjadi sebuah prioritas dominasi yang mempunyai andil besar dalam merubah nasib bangsa.
Dan sekali lagi pertanyaannya adalah apakah aku akan memilih…?! Atau aku tak memilih lagi…?! Seperti saat pemilihan caleg.Pikiranku saat itu aku tak akan memilih caleg tapi aku pasti akan ikut memilih presiden.Mengapa aku tak memilih saat pemilihan caleg…?! Tak perlu dijelaskanpun,semua orang pasti akan tahu kenapa.Sampai dimanakah kualitas anggota DPR kita,aku rasa kenyataan di lapangan sudah cukup mendeskripsikan beribu alasan yang mematik alasan aku menjadi “putih”.Kalau kujabarkan satu persatu “kesalahan” mereka dewan terhormat itu,rasanya percuma saja… hanya akan menyulut emosi rasa Maluku saja.
Hmmm… tapi apa mau dikata.Kenyataan berbicara lain.Kadang realitas lebih fiksi daripada cerita fiksi sekalipun.Orang yang dulu ku kira “berkualitas”,ternyata hanya “segitu”.Memang tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.Tapi paling tidak mereka bisa lebih bijak dalam menyikapi ketidaksempurnaannya tersebut.
Aku berbicara seperti ini,bukan berarti aku ingin mengajak semua orang untuk pesimis.Ini hanyalah pandanganku secara pribadi,sebagai jiwa-jiwa yang bebas yang mempunya hak.Aku pun ingin selalu optimis.Optimis bahwa mereka masih mempunyai hati dalam memajukan bangsa ini demi kepentingan rakyat banyak.Semua orang mempunyai hak untuk memilih dan tidak memilih.Memilih untuk menyalurkan suara demi kelangsungan bangsa adalah hal yang patut dihargai dan dihormati.Dan memilih untuk tidak memilih adalah juga sebuah pilihan.Kenapa kita harus mempermasalahkannya.Sepanjang dia mempunyai alasan yang jelas dan meruakan pandangan pribadi.Dan sebagai warga Negara Indonesia yang bangga dengan bangsanya.Aku dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia berharap pemilu presiden mendatang dapat berjalan lancar dan aman terkendali.Juga,pihak-pihak yang nantinya kalah ataupun menang dapat bersikap dewasa dan legowo dalam menerima hasil apapun yang akan diterima.Bukankah kita ingin lebih dewasa dalam berdemokrasi…?!
Lalu pertanyaan terakhir… Apakah aku akan memilih? Ha ha ha… itu rahasia kawan!

Kamis, 18 Juni 2009

SECANGKIR KOPI



Duduk di luar menikmati malam.
Ditemani secangkir hangat kopi.
Meneguk sedikit demi sedikit pekat nikmatnya.
Menelusuk dada.
Panas sedikit terasa.
Kemudian hangat merasuk seluruh tubuh.
Sendi-sendi serasa mati rasa.
Saraf-saraf menelikung fatamorgana.
Seluruh rasa luruh.
Terbang bersama angin malam.
Membangunkan segala kenangan yang telah terpendam.
Lapuk-lapuk masa lalu kembang kempis.
Mencari nafas yang telah kerontang.

Malam larut dalam diam.
Awan enggan menampakkan rupa.
Rembulan berkabung duka.
Bintang hanya satu dua.
Bayangan dedaunan melukis perih.
Suara erangan malam saling bersahutan.
Berlomba dengan paraunya sepi.

Aku hanya menepi di sini.
Tersudut sunyi.
Menikmati gurauan malam.
Menertawakan hal yang tak pantas disedihkan.
Kemudian………
Sibuk sendiri.
Mencari sesuatu di lubuk hati.
Adakah yang tertinggal di sana.
Apakah terkikis waktu senja kala.
Ataukah masih terendap lara.
Terbangun ketika fajar tiba.

Huufff……….
Tak terasa malam telah menuai rasa.
Kopi inipun sudah meninggalkan cangkirnya.
Tinggal hitam ampasnya.
Yang sudah tak mampu aku telan lagi.
Terasa sakit melewati tenggorokanku.
Sesakit rasa yang telah di undang pelangi malam.

Sudah cukup kunikmati malam ini.
Sudah penuh rasanya dadaku.
Di dekap lenguhan metafora prasangka.
Padahal tak ingin kurasa.
Sudahlah………
Selalu begitu.
Tak kuasa merubahnya.
Seperti deretan peristiwa.
Dalam lensa kabur tak berbentuk.
Cekung.
Cembung.
Datar.

Aku ingin selesai malam ini.
Akan kucari esok lagi.
Yang belum kudapat malam ini.
Ingin kulapangkan tidurku.
Bermimpi hal indah tak bertepi.
Sudah.
Cukup.
Selesai.
………………

Senin, 08 Juni 2009

KEDAULATAN BANGSA

 



A ssalamualaikum Wr Wb.Salam sejahtera untuk semuanya.Saudara-saudari sekalian yang saya hormati,pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Karena rahmatNya_lah kita bias berkumpul dalam keadaan sehat di dalam pertemuan ini.Dan tak lupa saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk berbicara di forum ini.
Saudara-saudari yang saya hormati.Dalam kesempatan ini kita akan membicarakan dan membahas tentang kedaulatan bangsa.Mungkin kata-kata ini ,yaitu kedaulatan bangsa,akhir-akhir ini sangat familiar di telinga kita.Berita-berita di media cetak dan elektronik sering membicarakan masalah kedaulatan ini.Dan apalagi kalau bukan kaitannya dengan hubungan bangsa kita dengan Negara tetangga,yaitu Malaysia,yang akhir-akhir ini kembali memanas.
Saudara-saudari sekalian.Kedaulatan bangsa adalah harga mati untuk mempertahankan kelangsungan suatu bangsa.Diperlukan kesadaran setiap warga Negara untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.Dalam artian perlu ditanamkan jiwa nasionalisme yang kuat disetiap jiwa dan pribadi masing-masing individu.Dan dengan adanya jiwa nasionalis yang kuat tertanam di masing-masing warga Negara Indonesia, maka kita akan menjadi suatu bangsa yang solid dan tak terpatahkan dalam menghadapi segala tantangan-tantangan dan ancaman-ancaman.Yang datangnya baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri,yang dapat mengganggu dan merongrong kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.Yang secara langsung maupun tak langsung dapat menghancurkan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia.
Saudara-saudari yang saya hormati.Akhir-akhir ini bangsa kita dihadapkan pada masalah dan konflik yang dapat mengancam kedaulatan bangsa kita ini.Salah satu konflik yang muncul di permukaan dan semakin memanas adalah masalah kita dengan Negara serumpun,Malaysia.Begitu banyak masalah yang timbul seiring hubungan kita dengan Negara jiran tersebut.Dan sebagian besar masalah tersebut disebabkan oleh ulah Negara Malaysia itu sendiri.Mereka seakan tak ada lelah-lelahnya dalam merongrong dan memprovokasi kedaulatan bangsa kita ini.Serentetan kasus tersebut diantaranya adalah,kasus perbatasan/garis batas wilayah,klaim budaya,masalah TKI dan TKW yang tak kunjung berkesudahan,dan lain-lain.
Saudara-saudari sekalian.Dalam masalah garis batas wilayah dengan Malaysia,kita sudah sering mengalaminya.Dan kita tidak ingin kasus Sipadan dan Ligitan kembali terulang.Kita kehilangan bagian dari wilayah Negara Indonesia tersebut,hanya karena kelalaian kita semata.Serta hal ini sangat meninggalkan kekecewaan yang mendalam di setiap hati warga Negara Indonesia.Dan sampai saat ini kita tak habis fikir,bagaimana mungkin dan bagaimana bisa bangsa sebesar kita bisa kecolongan aset Negara yang sangat berharga tersebut.Apakah kita terlalu lemah dalam menghadapi segala tantangan dan “serangan” yang datang,untuk merebut bagian dari wilayah kita.Akankah Negara kita hancur sedikit demi sedikit karena rongrongan dari bangsa lain.Lalu dimana letak “harga diri” kita sebagai bangsa yang kuat,terhormat,dan disegani di mata dunia internasional.Apakah kita akan membiarkan bangsa lain menginjak-nginjak harkat dan martabat kita sebagai bangsa yang berdaulat.
Saudara-saudari yang saya hormati.Kasus Ambalat kembali mencuat.Kita kembali dihadapkan pada hal yang sama.Dan saat ini seharusnya kitalebih bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah lalu.Kita harus selalu waspada dan hati-hati dalam menghadapi setiap provokasi yang dilancarkan oleh Negara Malaysia tersebut.Mereka seakan-akan ingin menguji emosi kita.Mengaduk-aduk mental kita.Dengan demikian mereka berharap dapat menundukkan kita dengan mudah.Karena orang yang labil emosinya akan lebih mudah dibobol dan dihancurkan pertahanannya.dan secara langsung maupun tak langsung ,Ambalat akan dengan mudah mereka genggam.Tapi kita tak akan membiarkan hal itu terjadi untuk kesekian kali.Karena kita bukanlah keledai bodoh ,yang akan masuk/melakukan kesalahan pada lubang yang sama.Kita akan dan telah belajar pada kesalahan yang telah lalu.Bersama-sama kita akan membela kedaulatan bangsa ini sampai titik darah penghabisan.
Saudara-saudari sekalian.Kita akan lihat maneuver-manuver apalagi yang akan dilakukan oleh Negara jiran tersebut.Akan melihat dengan tenang setiap atraksi-atraksi “konyol” yang mereka pertontonkan.Tapi kita tetap akan selalu waspada dan siap ‘bertindak” demi kedaulatan bangsa Indonesia,jika mereka berani berulah di luar batas toleransi kita.Dan kita sebagai Negara yang bermartabat dan cinta damai,tak akan mengumbar kata-kata perang begitu saja.Karena kita tahu perang bukanlah solusi terbaik.Karena perang bukan hanya memberi dampak pada pihak-pihak yang berkepentingan saja,tapi juga bagi masyarakat sipil yang tidak bersalah.Kita tetap akan mengedepankan sikap tenang dengan kepala dingin,dalam menjalankan setiap diplomasi/perundingan untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada.Dan sekali lagi itu karena kita adalah Negara yang “bermartabat”.Tapi jika semua jalan diplomasi dan opsi-opsi damai tidak dapat memecahkan masalah tersebut,dan Negara yang bersangkutan/yang berkonfrontasi kita tetap keras kepala dan dengan arogannya mengklaimwilayah Negara yang seharusnya menjadi hak kita,mau tak mau meskipun dengan berat hati,jalan satu-satunya adalah mengangkat senjata.Karena sampai kapanpun kedaulatan bangsa adalah “HARGA MATI”.
Saudara-saudari yang saya hormati.Demikianlah pidato saya.Semoga bermanfaat bagi kita semua.Dan mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terciptanya kedaulatan bangsa yang utuh.Mari kita tegakkan kedaulatan bangsa setegak-tegaknya.Akhir kata terima kasih atas semua perhatiannya.Wassalamualaikum Wr Wb.
*Ps : pidato ini aku buat dalm rangka menyelesaikan tugas mata kuliah bahasa Indonesia.Aku buat secara spontan.Jadi harap maklum kalau ada kata-kata dan kalimat yang masih carut marut di sana sini. 

MASA KECILKU


Pernahkah kau merasa………..begitu ingin kembali ke masa kanak-kanakmu dulu.Hidup di dunia yang tak kenal penghakiman,penilaian,prasangka dan tuntutan.Jiwa-jiwa yang bebas,tanpa batas.Terbang bebas kesana kemari,tanpa ada beban pengharapan di kedua kepak sayapmu.Hidup yang dalam tiap tarikan nafasnya adalah ketulusan yang suci,sesuci embun pagi.dan dalam setiap aliran darahmu adalah spontanitas yang begitu manis,semanis kembang-kembang gula.Di masa dimana semua benar apa adanya,menjadi dirimu seutuhnya.Tak peduli apa kata dunia,yang kemudian hari mungkin akan mengubahmu menjadi ‘sesuatu” yang diinginkannya.saat kau melakukan kesalahan,dunia akan mendekapmu dalam toleransinya yang begitu agung.Dan saat kau melakukan hal-hal yang mereka anggap benar,segala pujian dari penjuru alam raya akan menina bobokkanmu dalam tidur lelapmu.Segala tawa yang mengalir,dan tangis yang tercurah adalah permata jiwa.Yang kadang kala merupakan senjata ampuh yang mampu meluluhkan hati orang-orang dewasa yang telah terkontaminasi angkuhnya dunia.

Hmm……..kadang aku sangat rindu masa-masa itu.Disaat aku muak dengan segala kemunafikan di muka bumi ini.Semua merasa benar,dengan aturannya sendiri.Ketika ambisi meluluh lantakkan segalanya.Di saat damai menjadi hal yang mustahil,diantara desingan peluru yang mengoyak-ngoyakkan nurani,hati,dan jiwa asasi manusia.
Aku ingin kembali merasakan masa-masa itu.Mengingatkanku pada hal-hal konyol yang pernah kulakukan.yang membuatku tersenyum dan tertawa jika mengingatnya.Menjadi kenangan yang tertancap kuat di benakku.

Fiuhh………teman-teman sudah cukup basa-basinya.Ayo,bersama-sama kita buka album masa kecilku.yang sebagian mungkin sudah terhapus di memori otakku.kalian boleh tersenyum sinis,atau mungkin tertawa terbahak-bahak sepuasnya.Atau barangkali tak sudi membacanya,untuk mengetahuinya,karena tak ingin.Aku tak ingin memaksamu kawan………Karena aku tahu,kalian adalah jiwa-jiwa yang merdeka.tak perlu di setir untuk menjadi satir…….

Dan aku hanya akan menceritakan hal-hal yang benar-benar terbayang jelas di hidupku saat ini.Mari kita mulai kawa-kawan………..lembar demi lembar kehidupan masa kecilku.Hal-hal aneh yang pernah aku lakukan dulu…….HeHeHe……….

*Aku ingin lagi bermain-main sepuasnya dan seharian penuh dengan pasukan lelakiku,teman-teman masa kecilku.Melakukan kekonyolan-kekonyolan dan kebandelan-kebandelan khas anak kecil.Mandi telanjang di sungai,di bawah semburat hangat senja.Berkejaran kesana-kemari,menangkap bayangan matahari.Berlomba-lomba menggapai keindahan kupu-kupu liar,diantara harum mekar bunga-bunga yang penuh warna kesumba.Memanjat dari satu pohon ke pohon lainnya,tanpa di hantui rasa takut jatuh.Mencuri buah di kebun tetangga.Menaikkan layang-layang sampai menyentuh awan putih.Mengejar layang-layang putus,tanpa peduli sengatan mentari dan carut marut luka perih di seluruh tubuh.Menangkap ikan-ikan di kali dengan tangan-tangan mungil.naik ke bukit itu,dengan bekal seadanya.Berlarian diantara rimbun hijaunya rerumputan dan ilalang.Puas sudah sampai di puncak,meski keringat bercucuran membasahi tubuh .Merasakan dan membaui semilir angin yang membawa nafas kami di lembah sana.Meneriakkan gema dan gaung di seluruh penjuru alam.Berhujan-hujanan,mnerasakan dinginnya air dari sang penguasa nyawa.

*Aku rindu…………saat disetiap pagiku harus bermain petak umpet dan kejar-kejaran dengan bapakku.Bersembunyi disetiap sudut rumah,hanya untuk menghindari bangku sekolah.malas,pagi hari harus mandi,dipaksa bermesraan dengan dinginnya air yang tidak bersahabat.

*Aku kangen…………di saat setiap pulang sekolah ,aku memetik bunga melati di setiap pekarangan rumah tetanggaku.Lalu aku simpan di saku bajuku.Aku suka baunya……….begitu lembut,merasuk ke aliran darahku,mengantarkannya ke syaraf otakku.Menenangkan duniaku.Harumnya timbul tenggelam………seperti irama kehidupan manusia.Kusimpan melati itu sampai keesokan harinya.Sampai mengering.lalu ku ganti dengan bunga yang baru lagi.

*Serta banyak hal lain yang sudah tak kuingat lagi.Yang datangnya kadang samar,kadang nyata.Dan hal-hal lainnya,yang tak cukup untuk diceritakan di sini.

Ehmm…………dunia “itu” begitu damai dan menenangkan.Ingin rasanya mengulanginya lagi.Tapi aku sadar itu tak mungkn.Karena kemarin adalah kenangan,hari ini adalah kenyataan,dan hari esok adalah harapan.Dunia akan terus berputar.Membawa kita pada segala kemungkinan-kemungkinan.dan jika setiap saat aku merindukan masa-masa itu.Aku akan membangunkan lagi kenangan-kenangan yang tertidur nyeyak di dalam palung hatiku.Lalu kunikmati sepuasnya, segala warna-warni mimpi-mmpi nyata yang pernah disajikannya.Dan kusyukuri keberadaannya dalam hidupku selama ini.

Kamis, 14 Mei 2009

"HARI INI SAYA MEMILIH UNTUK BAHAGIA"


Mulai saat ini,saya akan menjadi orang yang bahagia.Karena saya sekarang benar-benar mengerti konsep kebahagiaan.Beberapa orang sebelum saya telah mampu memahami kebenaran hukum fisik yang menyebabkan orang hidup bahagiasetiapa hari.Saya tahu sekarang bahwa kebahagiaan bukanlah sebuah emosi yang datang dan pergi dari hidupku.Kebahagiaan adalah sebuah pilihan.Kebahagiaan adalah hasil akhir dari pikiran dan aktivitas yang pasti yang sebenarnya membawa reaksi kimia di dalam tubuh kita.Reaksi ini menghasilkan kegembiraan yang benar-benar bisa saya kendalikan,reaksi yang bagi beberapa orang tidak masuk akal.  

Hari ini saya akan memlih untuk bahagia.saya akan menyambut setiap hari dengan tawa.

Setelah saya membuka mata saya di pagi hari,saya akan tertawa selama tujuh detik.Dalam waktu yang singkat,kegembiraan telah mulai mengalir melalui pembuluh darah saya.Saya merasa berbeda.Saya memang beda! Saya merasa bersemangat dengan hari-hari saya.Saya mengerti dari kemungkinan yang bisa terjadi.Saya bahagia!

Tawa adalah ekspresi dari semangat yang keluar dan saya tahu bahwa semangat adalah bahan bakar yang menggerakkan dunia.Saya tertawa sepanjang hari.Saya tertawa ketika saya sendirian dan saya tertawa ketika bercakap-cakap dengan orang lain.Orang-orang mendekati saya karena saya memiliki tawa di dalam hati.Dunia ini milik orang-orang yang bersemangat,karena orang-orang akan mengikuti mereka kemana pun juga!

Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.Saya akan tersenyum kepada semua orang yang saya temui.

Senyuman telah menjadi nama saya.Senyuman akan menjadi senjata paling potensial yang saya miliki.Kekuatan untuk membangun ikatan,menghancurkan es,dan menenangkan badai.Saya akan menggunakan senyuman saya dengan konstan.Karena senyuman saya,orang-orang yang berhubungan dengan saya setiap hari akan memilih untuk meneruskan prinsip saya dan mengikuti kepemimpinan saya.

Saya akan menjadi orang pertama yang selalu tersenyum.Penampilan khusus dari perilaku yang baik akan memberitahukan orang lain apa yang saya harapkan.

Senyuman saya adalah kunci yang menutupi emosi saya.Seorang pria bijaksana pernah berkata “saya tidak menyanyi karena saya bahagia.Saya bahagia karena saya bernyanyi!”.Ketika saya memilih untuk tersenyum,saya menjadi pengendali emosi.Kesedihan,keputusasaan,frustasi,dan ketakutan akan selalu melemah ketika berhadapan dengan senyuman saya.Kekuatan diri saya ditunjukkan ketika saya tersenyum.

Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.Saya adalah pemilik semangat bersyukur.

Di masa lampau,saya merasakan kesedihan pada situasi tertentu.Sampai saya membandingkan kondisi hidup saya dengan orang lain yang kurang beruntung.Seperti angin segar yang membersihkan asap di udara.Semangat bersyukur akan memindahkan awan keputusasaan.Bibit frustasi tidak mungkin tumbuh berakar di dalam hati yang bersyukur.

Tuhan telah memberikan banyak hadiah pada saya.Oleh sebab itu saya akan selalu ingat untuk bersyukur.Saya sudah terlalu sering mengucapkan doa seorang peminta-minta,yang selalu lebih dan lupa untuk bersyukur.Saya tidak ingin di kenal sebagai anak yang rakus,tidak menghargai,dan kasar.Saya bersyukur atas penglihatan,pendengaran,dan nafas saya.Jika pernah ada curahan rahmat yang melebihi itu di dalam hidup saya,maka saya akan bersyukur atas keajaiban kemewahan yang diberikan.
Saya akan menyambut setiap hari dengan tawa.Saya akan tersenyum kepada setiap orang yang saya temui.saya adalah pemilik semangat bersyukur.Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.

Ps : Aku ambil dari buku yang begitu menginspirasi jiwa ………”The Traveler”s Gift_
Andy Andrews­_”

 


Rabu, 13 Mei 2009

MUSIK, SUARA JIWA YANG MERDEKA...



Musik adalah bagian dari kehidupan yang sulit dipisahkan.Dari bangun tidur sampai tidur kembali.helaan dan hembusan nafas.Musik sudah mendarah daging dalam lingkaran waktu manuasia.Tak bisa dibayangkan
jika hidup ini hampa alunan lagu dan derai rangkaian indah nada.Mungkin dunia akan meratap,karena sepi telah menelanjangi munafik ramainya.Yang termarjinalkan sudah.

Musik adalah makanan bagi jiwa-jiwa yang "hidup".Musik adalah bahasa rasa.Tak bisa menafikannya begitu saja.Dalam setiap detik dan dentang waktu,musik memberikan rona dalam setiap sendi nafas perasaan,pikiran,dan tindakan.Sebuah keseimbangan harmoni hidup yang indah.

Musik adalah interpretasi jiwa dari individu-individu yang merdeka.Jdi,musik adalah kreatifitas.Dan kreatifitas adalah ketulusan yang bebas.Tak ada tekanan dan aturan-aturan yang dapat memagarinya.Biarkan kreatifitas terbang melayang tinggi ke angkasa pelangi rasa jiwa.

Musik adalah karya seni.Layaknya karya seni yang lain,seperti lukisan,patung,ukiran,tarian,dll.Ia begitu subjektif.Tergantung penafsiran masing-masing orang.Sebuah karya seni dikatakan bagus/bernilai seni tinggi bagi sesseorang,tapi belum tentu bagi orang lain.Dan sebuah penafsiran bersumber dari selera setiap pribadi-pribadi yang berbeda.Jadi kita tidak bisa memaksakan pemaknaan yang sama pada sebuah karya seni.Dan dalam hal ini khususnya adalah musik.

Adanya interpretasi musik yang berbeda-beda adalah sebuah kewajaran.Karena itulah banyak genre/aliran musik yang bermunculan.Mulai dari Rock,Punk,Underground,Pop,Jazz,metal,hip hop,dangdut,sampai dengan musik tradisional/etnik.Demi untuk pemuasan jiwa seseorang.

Lalu........kenapa orang harus mempermasalahkan karya dan selera musik orang lain.Hanya karena merasa musik yang satu di anggap lebih jelek/berkasta rendah daripada musik yang lain.Bukankah standart "bagus" dalam musik begitu subjektif,tak ada standart "objektif" yang dapat mengukurnya.

Bagi para musisi,biarkan mereka menghasilkan sebuah kreatifitas tanpa ada intervensi dan aturan-aturan di luar dirinya,yang bisa mematikan kreatifitasnya tersebut.Biarkan mereka bebas mengekspresikan apa yang ia ingin ungkapkan dalam dirinya.Sehingga menghasilkan karya seni yang tulus.Dan bukan hanya untuk menyenangkan kuping pendengarnya,tapi juga bisa menyentuh jiwa penikmatnya.Dan yang paling penting adalah antara para musisi bisa saling menghargai karya masing-masing.

Dan bagi para penikmat musik.Nikmatilah dan dengarkan musik yang ingin kau dengar.Puaskan dahaga jiwamu.Tapi juga hargailah selera musik orang lain.Karena itu adalah hak pribadi mereka/masing-masing orang.Jika kita tidak suka pada sesuatu bukan berarti kita harus membenci dan antipati pada hal tersebut kan........???!!!

Sekali lagi,hargailah segala perbedaan.Dan syukurilah semua itu.Karena pada dasarnya segala perbedaan itu adalah anugerah.Yang membuat hidup kita lebih berwarna.Dan perbedaan membangun pribadi dan jiwa menjadi lebih "kaya" dan "tangguh".........

HARI INI SEDIH, PERIH, RAPUH



Hari ini...
aku sepi sendiri
ada yang hampa di hati
tak ada yang peduli
tanpa ada yang mau peduli

Ingin bahagia selalu
tapi ada yang kosong di jiwa
melumpuhkan saraf-saraf rasa
mematikan riak tawa
menenggelamkan segala asa

Mereka,orang-orang itu
datang dan pergi silih berganti
kadang menyentuh rasa
menyapa jiwa
memberi damai hati...
tapi ada yang berlalu
tanpa ada makna
menyesakkan lara
kemudian hilang
begitu saja...

Aku...
hanyalah manusia
penuh dengan emosi rasa
acapkali labil
meluap-luap tanpa batas
stabil,kadang
mengalir seperti air
Dan...
aku bukanlah malaikat
yang selalu sempurna
dalam setiap kepak sayapnya
tanpa ada rapuh
di pusaran hidupnya

Aku ingin...
besok hari
duniaku ceria lagi
aku tahu ini hanya rasa sesaat
karena keadaan
yang menelanjanginya
kan kumaafkan dan kurelakan
segala yang pernah terjadi
di dalam hidupku
hari ini,kemarin
dan esok,yang sudah menanti

Aku tak butuh...
mimpi-mimpi kosong
meski indah,tapi semu
lebih menyenangkan
kenyataan yang menyakitkan
tapi apa yang sebenarnya
tulus,apa adanya
Dan aku lebih memilih
jadi pecundang yang bahagia
daripada jadi pemenang yang menderita
salahkah?
Aku tak peduli!

Rabu, 06 Mei 2009

SELAMAT TINGGAL LELAKI ROCK 'N ROLL

Lelaki itu telah pergi untuk selamanya... Meninggalkan dunia tanpa rasa,yang menyesakkan ini.Kembali ke hangat pelukan sang penguasa fana.Abadi,dalam hembusan nafas sang waktu.

Kau meninggalkan sekeping rasa yang tak pernah terungkapkan.Tapi ketahuilah,kamu lelaki_ku... selalu tersimpan di sini,di dalam lubuk hatiku yang terdalam.Ku kenang kau,sepanjang nafasku.Selalu ada namamu,di setiap detak nadiku.Senyum manismu,tak ingin ku hapus sedetik pun dalam hidupku.Pendar mata beningmu,kan selalu tertanam dalam jiwaku.tak kan lelah ku mengenangmu
.Memeluk rasa ini hingga ke titik nadir.Rasa yang pernah kau genggam begitu dalam.
Tahukah kau lelaki_ku... begitu banyak air mata yang mengalir,mengiringi kepergianmu ke dunia abadi yang telah menanti.Begitu banyak rasa yang tumpah ruah tanpa arah.Sedih.Perih.Meremuk redamkan hati.Yang mengalirkan segala pertanyaan... Mengapa Tuhan memanggilmu begitu cepat. Dan kenapa harus kamu...

Kini setelah kau benar-benar pergi jauh,ta
k tersentuh... Mengapa rindu ini begitu menyesakkan dada.Menusuk tepat ke ulu hatiku.Luruh,tak berbentuk.Dan setiap malam datang menjelang,kala sepi menyapaku.Rindu ini selalu datang bersama rembulan yang suram.Kemudian angin mengalirkan air mataku.Betapapun air mataku kering sudah.Rindu ini selalu ada untukmu. Karena kau adalah pelangi di saat hujanku dan rembulan di saat gelapku.

Dan maafkan aku bila menangisimu.
Bukannya aku tak merelakan kepergianmu.Aku hanya merasa hampa sejenak.Membelenggu lingkaran hidupku.Tapi jangan kuatir lelaki_ku... Aku akan tersenyum,tertawa kembali.Menyapa hangat dunia yang pongah ini.Menyanyikan senandung bahagia.Menarikan ketulusan segala rasa.

Jika setiap saat aku merindukanmu... Aku akan menatap langit malam.Mencari bintang yang paling terang.Dan aku tahu itulah dirimu.Yang akan selalu menerangi malam-malamku.Meskipun hujan dan mendung bisa menghalagi kehadiranmu setiap saat.Itu semua bukan masalah buatku,karena kau selalu hidup di hatiku.Dan aku percaya,kau selalu ada di setiap pusaran aliran darahku.Bila sedih dan muram durjana menyapa rasaku.Aku tahu kau akan menghangatkanku dalam dekapan sayap abadimu.

Tuhan... .Aku ingin kau hadirkan dia dalam mimpi-mimpiku.Meski hanya sekali.Itu sudah cukup bagiku.Lelaki_ku... aku ingin memelukmu dengan sepenuh hati dan jiwaku.Walau ku tahu hanya dalam mimpi.Sudah cukup membuncahkan rasa bahagiaku.Setelah itu,akan ku ucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Selamat tinggal Lelaki Rock N Roll_ku... Damailah dalam tidur panjangmu.Istirahatlah,tidur nyenyak dalam dekapan sang bidadari.Aku tahu kau akan baik-baik saja.Aku takkan merisaukanmu lagi.Karena aku tahu,kau akan bahagia di sana.Tak ada sesuatu apapun yang akan bisa menggores hatimu.Bernyanyi rianglah di sana.Menghirup hembusan nafas damai surgawi.

Lelaki_ku... suatu saat kita akan bertemu di sana.Entah kapan itu.Kita akan bersenda gurau sepuasnya.Melanjutkan rasa yang sempat tertunda.Akhirnya hanya ini yang bisa aku ucapkan padamu “Selamat tinggal dan selamat jalan lelaki_ku... Dan ketahuilah bintangku,aku akan selalu sayang padamu. Teruslah berpijar di sana,di ujung dunia yang abadi.”







 

Rabu, 15 April 2009

HIDUP


“HIDUP”,kata sederhana dari kumpulan huruf yang biasa.T.erlalu biasa bahkan basi tak bertepi.Terlalu sering diperdengarkan,didengungkan,diberdebatkan,dicampakkan,dienyahkan,dibumihanguskan.Tapi tak bisa acuh jalang.Makna dan esensi dicari,digali,ditelanjangi,diprovokasi,dikontaminasi.Setiap narasi didalamnya adalah euforia yang meluap-luap tanpa batas.Semu,satu musim mimpi kemarau.Nyata,seluas imaji-imaji yang bermimpi jadi ilusi.Lirih,impulsif.Nyalang,destruktif.Sempit,kritik-kritik satiris najis.Luas,angkasa khayali sejuta fiksi.Dingin,terendap prosa sumir duniawi.Hangat,pendar cinta tak lekang asa.
Lalu,sering muncul pertanyaan semacam ini…Jadi hidup itu sendiri,apa,siapa,bagaimana,dimana,mengapa,kapan,berapa,dll.Ehmm…tapi sayang sekali,aku tak memaknai hidup serumit itu.Aku takkan memunculkan segala pernyataan dan pertanyaan yang membuatku anti pati pada hidup dan kehidupan.Takkan memunculkan konfrontasi,delik,konflik yang kan membuatku hilang rupa,mati rasa.Sekuat apapun kau memusuhi dan mengutuk hidup,semakin lekat ia mendekapmu.Hidup bukanlah argumen narasi deskripsi.tak perlu kau buktikan keabsahan dan kebenarannya.Demi sebuah egosentris narsistik.Hidup begitu subjektif.Tergantung persepsi emosi logika yang tak pernah sama.Terkadang maya atau bahkan semu.
Hidup buatku selaksa letupan-letupan fluktuatif.Akan kunikmati setiap sensasi massif yang ia suguhkan.Membuat hidupku penuh rasa.Memenuhi rongga jiwa.Meledakkan tawa,Tangis,luka,perih,pedih,segala asa,semua rasa.Kadang hampir tak terasa.Hampa,hambar.Penuh cita rasa.Pijar gemintang yang mewarnai langit-langit metafora hidupku.Jadi,mengapa harus menyalahkan hidup.mencaci maki,sumpah serapah,tanpa arah,among kosong tak bermuara.Sia-sia,percuma.Untuk sesuatu yang tak sesuai harapan kita.Harus tunduk ingin angkuh kita.Baru hidup akan terhormat dan terasa pelangi rembulan di matamu.Untungnya hidup tak semanis itu.Ada pahit yang setia mendampinginya.Kombinasi yang sempurna.Menggoreskan,membentuk,menegaskan wujud jiwa.Yang nyaman akan keberadaanmu,duniamu,hidupmu.
Aku rasa,selama ini aku sudah berusaha berteman dengan hidup.Begitu banyak hal yang telah dilalui bersama.Kadang aku begitu bahagia di dekatnya.Tapi juga meradang ingin mendepaknya.Aku pernah merasa melayang ke angkasa impian,berarak indah.Terasa lapang,begitu lega.Hanya tawa.Ingin ku kecap berkali-kali.Tak kenal bosan.Juga pernah merasakan lautan duri nestapa,derita.Berdarah-darah,penuh nanah.Hanya tangis.Tak ingin ada pengulangan.Semua datang silih berganti.Tak kenal kompromi.Tak beraturan.Tak terduga.Spontan.Penuh prediksi.Ekspektasi berlebih.
Dan kini,aku mulai bisa bersahabat dengan hidup dan kehidupan.Sudah bisa berdamai dengannya.Dengan angkuh,lembutnya.Terbiasa dengan tabiatnya.Merasa nyaman berjalan beriringan dengan jiwa dan rohnya.Bisa menerima kekurangan dan kelebihannya.Tak berusaha menuntut lebih padanya,di luar kemampuan yang tak ingin tersampaikan.Aku sudah puas dan bahagia dengan keberadaannya.Mungkin,aku sudah mencapai titik bisa menerima hidup.Apapun kejutan-kejutan yang sudah menunggu di ujung jalan takdir.Membiarkannya lepas bebas,menjadi dirinya sendiri,menjadi apapun ia.Serasa kekasih hatiku.
Jadi…Aku akan selalu menikmati hidup.Selagi aku mampu,dan bisa.Akan ku buat hidupku secerah,seindah,dan sebahagia mungkin.Berharap dunia-dunia di lingkaran hidupku tersenyum manis,tulus dari hati yang tanpa pamrih.
“HIDUP”…aku ingin jalinan persahabatan kita akan semakin intim.seiring jalannya waktu.Temani aku selagi nafas masih mau menghiasi pendar-pendar romansa kita.Sebelum sayap-sayap di punggungku memanjang dan tumbuh kuat.Yang akan menerbangkanku ke langit tanpa ujung.Kehidupan abadi yang telah menanti.Karna aku takkan tahu kapan aku kesana.Disaat maut menggantikan peranmu.Menjadi sahabat menuju kelanggenganku.Karena kau adalah fana.Tak terencana…
“HIDUP”…jangan bersedih dan jangan kasihani aku.Jika aku harus meninggalkanmu.Dan kapankah saat itu…??!! Mungkin besok,lusa,minggu depan,bulan depan,tahun depan,belasan tahun,atau puluhan tahun kedepan.Tak ada yang tahu.Tak ada yang musykil.Sebab sudah seharusnya.Selalu begitu.Dan kuharap di saat aku melepaskanmu,aku sudah puas bersuka cita,berasyik masyuk denganmu.Sehingga aku bisa dengan senyum bahagia abadi…melepaskanmu pergi.
“HIDUP”…terima kasih untuk segalanya…aku sayang padamu…