Tampilkan postingan dengan label tidurisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidurisme. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

TIDUR YANG PANJANG


Ingin tidur yang panjang. Standar 8 jam sehari rasanya tidaklah cukup. Ingin lebih. Dan lebih lagi. Apalagi akhir-akhir ini lulabinya adalah suara hujan dan bunyi kepak laron yang tidak pelan. Rasanya seperti tidur di atas tumpukan awan berarak sambil dipeluk sama malaikat bersayap dengan bebunyi orchestra yang mengalun mengawang sebagai suara latarnya – ah! Mood saya jadi sangat keterlaluan baiknya, rela rasanya berbagi durian terakhir dengan orang yang paling saya benci sekalipun!

Ingin makan apel merah seperti Snow White. Baru bangun kalau sudah dicium sama alien paling tampan se-planetmerah.

Ingin tidur yang panjang. Berharap satu detik sama dengan satu jam. Berharap satu jam sama dengan satu hari. Meski beresiko lebih cepat mati, siapa peduli?

When I wake up early in the morning,
Lift my head, I'm still yawning
When I'm in the middle of a dream
Stay in bed, float up stream

Please don't wake me, no
don't shake me
Leave me where I am
I'm only sleeping

Everybody seems to think I'm lazy
I don't mind, I think they're crazy
Running everywhere at such a speed
Till they find, there's no need

Keeping an eye on the world going by my window
Taking my time

Lying there and staring at the ceiling
Waiting for a sleepy feeling

[The Vines – I’m Only Sleeping]


Jumat, 07 Desember 2012

PERKARA TIDUR


Lewat tengah malam tapi belum juga mata bisa terlelap. Maunya nonton televisi namun semuanya basi. Rentetan tak bermartabat dari rangkaian sinetron dan berita benar-benar merobek saraf di kepala. Menyisakan sayatan panjang yang membekas tak lekas lepas. Sungguh monster berbulu domba!

Lantas apa yang harus saya lakukan mengisi senggang ini? Ingin minum susu hangat tapi kog merasa genit sekali. Dan saya rasa pun susu sangat ‘iyuuuh’ sekali saat diminum di malam hari. Terasa sangat kental dan mengendap di ceruk leher. Membuatmu sulit untuk menelan ludah. Jadi lupakan saja!

Ehm, bagaiman dengan mandi air hangat. Huh, itu terdengar sangat bergelora dan penuh hasrat sekali. Mandi pagi atau sore saja saya masih bolong-bolong, apalagi ini. Err, bagaimana kalau melelahkan mata dengan buku? Sangat briliant, tapi sudah tak ada lagi yang tersisa untuk dibaca. Jadi pikir ulang lagi saja!

Ugh, kenapa perkara tidur saja begitu merepotkan. Lebih baik menghitung semut yang sedang memanjat dinding atau mengeja nominal keping-keping genteng di atas kepala. Iyes! Ini baru keren. Oke, masalah ditutup, solusi sudah ditemukan. Mari bersorak bersama, hip hip horray… !!!