Kamis, 14 Mei 2009

"HARI INI SAYA MEMILIH UNTUK BAHAGIA"


Mulai saat ini,saya akan menjadi orang yang bahagia.Karena saya sekarang benar-benar mengerti konsep kebahagiaan.Beberapa orang sebelum saya telah mampu memahami kebenaran hukum fisik yang menyebabkan orang hidup bahagiasetiapa hari.Saya tahu sekarang bahwa kebahagiaan bukanlah sebuah emosi yang datang dan pergi dari hidupku.Kebahagiaan adalah sebuah pilihan.Kebahagiaan adalah hasil akhir dari pikiran dan aktivitas yang pasti yang sebenarnya membawa reaksi kimia di dalam tubuh kita.Reaksi ini menghasilkan kegembiraan yang benar-benar bisa saya kendalikan,reaksi yang bagi beberapa orang tidak masuk akal.  

Hari ini saya akan memlih untuk bahagia.saya akan menyambut setiap hari dengan tawa.

Setelah saya membuka mata saya di pagi hari,saya akan tertawa selama tujuh detik.Dalam waktu yang singkat,kegembiraan telah mulai mengalir melalui pembuluh darah saya.Saya merasa berbeda.Saya memang beda! Saya merasa bersemangat dengan hari-hari saya.Saya mengerti dari kemungkinan yang bisa terjadi.Saya bahagia!

Tawa adalah ekspresi dari semangat yang keluar dan saya tahu bahwa semangat adalah bahan bakar yang menggerakkan dunia.Saya tertawa sepanjang hari.Saya tertawa ketika saya sendirian dan saya tertawa ketika bercakap-cakap dengan orang lain.Orang-orang mendekati saya karena saya memiliki tawa di dalam hati.Dunia ini milik orang-orang yang bersemangat,karena orang-orang akan mengikuti mereka kemana pun juga!

Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.Saya akan tersenyum kepada semua orang yang saya temui.

Senyuman telah menjadi nama saya.Senyuman akan menjadi senjata paling potensial yang saya miliki.Kekuatan untuk membangun ikatan,menghancurkan es,dan menenangkan badai.Saya akan menggunakan senyuman saya dengan konstan.Karena senyuman saya,orang-orang yang berhubungan dengan saya setiap hari akan memilih untuk meneruskan prinsip saya dan mengikuti kepemimpinan saya.

Saya akan menjadi orang pertama yang selalu tersenyum.Penampilan khusus dari perilaku yang baik akan memberitahukan orang lain apa yang saya harapkan.

Senyuman saya adalah kunci yang menutupi emosi saya.Seorang pria bijaksana pernah berkata “saya tidak menyanyi karena saya bahagia.Saya bahagia karena saya bernyanyi!”.Ketika saya memilih untuk tersenyum,saya menjadi pengendali emosi.Kesedihan,keputusasaan,frustasi,dan ketakutan akan selalu melemah ketika berhadapan dengan senyuman saya.Kekuatan diri saya ditunjukkan ketika saya tersenyum.

Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.Saya adalah pemilik semangat bersyukur.

Di masa lampau,saya merasakan kesedihan pada situasi tertentu.Sampai saya membandingkan kondisi hidup saya dengan orang lain yang kurang beruntung.Seperti angin segar yang membersihkan asap di udara.Semangat bersyukur akan memindahkan awan keputusasaan.Bibit frustasi tidak mungkin tumbuh berakar di dalam hati yang bersyukur.

Tuhan telah memberikan banyak hadiah pada saya.Oleh sebab itu saya akan selalu ingat untuk bersyukur.Saya sudah terlalu sering mengucapkan doa seorang peminta-minta,yang selalu lebih dan lupa untuk bersyukur.Saya tidak ingin di kenal sebagai anak yang rakus,tidak menghargai,dan kasar.Saya bersyukur atas penglihatan,pendengaran,dan nafas saya.Jika pernah ada curahan rahmat yang melebihi itu di dalam hidup saya,maka saya akan bersyukur atas keajaiban kemewahan yang diberikan.
Saya akan menyambut setiap hari dengan tawa.Saya akan tersenyum kepada setiap orang yang saya temui.saya adalah pemilik semangat bersyukur.Hari ini saya akan memilih untuk bahagia.

Ps : Aku ambil dari buku yang begitu menginspirasi jiwa ………”The Traveler”s Gift_
Andy Andrews­_

 


Rabu, 13 Mei 2009

MUSIK, SUARA JIWA YANG MERDEKA...



Musik adalah bagian dari kehidupan yang sulit dipisahkan.Dari bangun tidur sampai tidur kembali.helaan dan hembusan nafas.Musik sudah mendarah daging dalam lingkaran waktu manuasia.Tak bisa dibayangkan
jika hidup ini hampa alunan lagu dan derai rangkaian indah nada.Mungkin dunia akan meratap,karena sepi telah menelanjangi munafik ramainya.Yang termarjinalkan sudah.

Musik adalah makanan bagi jiwa-jiwa yang "hidup".Musik adalah bahasa rasa.Tak bisa menafikannya begitu saja.Dalam setiap detik dan dentang waktu,musik memberikan rona dalam setiap sendi nafas perasaan,pikiran,dan tindakan.Sebuah keseimbangan harmoni hidup yang indah.

Musik adalah interpretasi jiwa dari individu-individu yang merdeka.Jdi,musik adalah kreatifitas.Dan kreatifitas adalah ketulusan yang bebas.Tak ada tekanan dan aturan-aturan yang dapat memagarinya.Biarkan kreatifitas terbang melayang tinggi ke angkasa pelangi rasa jiwa.

Musik adalah karya seni.Layaknya karya seni yang lain,seperti lukisan,patung,ukiran,tarian,dll.Ia begitu subjektif.Tergantung penafsiran masing-masing orang.Sebuah karya seni dikatakan bagus/bernilai seni tinggi bagi sesseorang,tapi belum tentu bagi orang lain.Dan sebuah penafsiran bersumber dari selera setiap pribadi-pribadi yang berbeda.Jadi kita tidak bisa memaksakan pemaknaan yang sama pada sebuah karya seni.Dan dalam hal ini khususnya adalah musik.

Adanya interpretasi musik yang berbeda-beda adalah sebuah kewajaran.Karena itulah banyak genre/aliran musik yang bermunculan.Mulai dari Rock,Punk,Underground,Pop,Jazz,metal,hip hop,dangdut,sampai dengan musik tradisional/etnik.Demi untuk pemuasan jiwa seseorang.

Lalu........kenapa orang harus mempermasalahkan karya dan selera musik orang lain.Hanya karena merasa musik yang satu di anggap lebih jelek/berkasta rendah daripada musik yang lain.Bukankah standart "bagus" dalam musik begitu subjektif,tak ada standart "objektif" yang dapat mengukurnya.

Bagi para musisi,biarkan mereka menghasilkan sebuah kreatifitas tanpa ada intervensi dan aturan-aturan di luar dirinya,yang bisa mematikan kreatifitasnya tersebut.Biarkan mereka bebas mengekspresikan apa yang ia ingin ungkapkan dalam dirinya.Sehingga menghasilkan karya seni yang tulus.Dan bukan hanya untuk menyenangkan kuping pendengarnya,tapi juga bisa menyentuh jiwa penikmatnya.Dan yang paling penting adalah antara para musisi bisa saling menghargai karya masing-masing.

Dan bagi para penikmat musik.Nikmatilah dan dengarkan musik yang ingin kau dengar.Puaskan dahaga jiwamu.Tapi juga hargailah selera musik orang lain.Karena itu adalah hak pribadi mereka/masing-masing orang.Jika kita tidak suka pada sesuatu bukan berarti kita harus membenci dan antipati pada hal tersebut kan........???!!!

Sekali lagi,hargailah segala perbedaan.Dan syukurilah semua itu.Karena pada dasarnya segala perbedaan itu adalah anugerah.Yang membuat hidup kita lebih berwarna.Dan perbedaan membangun pribadi dan jiwa menjadi lebih "kaya" dan "tangguh".........

HARI INI SEDIH, PERIH, RAPUH



Hari ini...
aku sepi sendiri
ada yang hampa di hati
tak ada yang peduli
tanpa ada yang mau peduli

Ingin bahagia selalu
tapi ada yang kosong di jiwa
melumpuhkan saraf-saraf rasa
mematikan riak tawa
menenggelamkan segala asa

Mereka,orang-orang itu
datang dan pergi silih berganti
kadang menyentuh rasa
menyapa jiwa
memberi damai hati...
tapi ada yang berlalu
tanpa ada makna
menyesakkan lara
kemudian hilang
begitu saja...

Aku...
hanyalah manusia
penuh dengan emosi rasa
acapkali labil
meluap-luap tanpa batas
stabil,kadang
mengalir seperti air
Dan...
aku bukanlah malaikat
yang selalu sempurna
dalam setiap kepak sayapnya
tanpa ada rapuh
di pusaran hidupnya

Aku ingin...
besok hari
duniaku ceria lagi
aku tahu ini hanya rasa sesaat
karena keadaan
yang menelanjanginya
kan kumaafkan dan kurelakan
segala yang pernah terjadi
di dalam hidupku
hari ini,kemarin
dan esok,yang sudah menanti

Aku tak butuh...
mimpi-mimpi kosong
meski indah,tapi semu
lebih menyenangkan
kenyataan yang menyakitkan
tapi apa yang sebenarnya
tulus,apa adanya
Dan aku lebih memilih
jadi pecundang yang bahagia
daripada jadi pemenang yang menderita
salahkah?
Aku tak peduli!

Rabu, 06 Mei 2009

SELAMAT TINGGAL LELAKI ROCK 'N ROLL

Lelaki itu telah pergi untuk selamanya... Meninggalkan dunia tanpa rasa,yang menyesakkan ini.Kembali ke hangat pelukan sang penguasa fana.Abadi,dalam hembusan nafas sang waktu.

Kau meninggalkan sekeping rasa yang tak pernah terungkapkan.Tapi ketahuilah,kamu lelaki_ku... selalu tersimpan di sini,di dalam lubuk hatiku yang terdalam.Ku kenang kau,sepanjang nafasku.Selalu ada namamu,di setiap detak nadiku.Senyum manismu,tak ingin ku hapus sedetik pun dalam hidupku.Pendar mata beningmu,kan selalu tertanam dalam jiwaku.tak kan lelah ku mengenangmu
.Memeluk rasa ini hingga ke titik nadir.Rasa yang pernah kau genggam begitu dalam.
Tahukah kau lelaki_ku... begitu banyak air mata yang mengalir,mengiringi kepergianmu ke dunia abadi yang telah menanti.Begitu banyak rasa yang tumpah ruah tanpa arah.Sedih.Perih.Meremuk redamkan hati.Yang mengalirkan segala pertanyaan... Mengapa Tuhan memanggilmu begitu cepat. Dan kenapa harus kamu...

Kini setelah kau benar-benar pergi jauh,ta
k tersentuh... Mengapa rindu ini begitu menyesakkan dada.Menusuk tepat ke ulu hatiku.Luruh,tak berbentuk.Dan setiap malam datang menjelang,kala sepi menyapaku.Rindu ini selalu datang bersama rembulan yang suram.Kemudian angin mengalirkan air mataku.Betapapun air mataku kering sudah.Rindu ini selalu ada untukmu. Karena kau adalah pelangi di saat hujanku dan rembulan di saat gelapku.

Dan maafkan aku bila menangisimu.
Bukannya aku tak merelakan kepergianmu.Aku hanya merasa hampa sejenak.Membelenggu lingkaran hidupku.Tapi jangan kuatir lelaki_ku... Aku akan tersenyum,tertawa kembali.Menyapa hangat dunia yang pongah ini.Menyanyikan senandung bahagia.Menarikan ketulusan segala rasa.

Jika setiap saat aku merindukanmu... Aku akan menatap langit malam.Mencari bintang yang paling terang.Dan aku tahu itulah dirimu.Yang akan selalu menerangi malam-malamku.Meskipun hujan dan mendung bisa menghalagi kehadiranmu setiap saat.Itu semua bukan masalah buatku,karena kau selalu hidup di hatiku.Dan aku percaya,kau selalu ada di setiap pusaran aliran darahku.Bila sedih dan muram durjana menyapa rasaku.Aku tahu kau akan menghangatkanku dalam dekapan sayap abadimu.

Tuhan... .Aku ingin kau hadirkan dia dalam mimpi-mimpiku.Meski hanya sekali.Itu sudah cukup bagiku.Lelaki_ku... aku ingin memelukmu dengan sepenuh hati dan jiwaku.Walau ku tahu hanya dalam mimpi.Sudah cukup membuncahkan rasa bahagiaku.Setelah itu,akan ku ucapkan selamat tinggal untuk selamanya.
Selamat tinggal Lelaki Rock N Roll_ku... Damailah dalam tidur panjangmu.Istirahatlah,tidur nyenyak dalam dekapan sang bidadari.Aku tahu kau akan baik-baik saja.Aku takkan merisaukanmu lagi.Karena aku tahu,kau akan bahagia di sana.Tak ada sesuatu apapun yang akan bisa menggores hatimu.Bernyanyi rianglah di sana.Menghirup hembusan nafas damai surgawi.

Lelaki_ku... suatu saat kita akan bertemu di sana.Entah kapan itu.Kita akan bersenda gurau sepuasnya.Melanjutkan rasa yang sempat tertunda.Akhirnya hanya ini yang bisa aku ucapkan padamu “Selamat tinggal dan selamat jalan lelaki_ku... Dan ketahuilah bintangku,aku akan selalu sayang padamu. Teruslah berpijar di sana,di ujung dunia yang abadi.”







 

Rabu, 15 April 2009

HIDUP


“HIDUP”,kata sederhana dari kumpulan huruf yang biasa.T.erlalu biasa bahkan basi tak bertepi.Terlalu sering diperdengarkan,didengungkan,diberdebatkan,dicampakkan,dienyahkan,dibumihanguskan.Tapi tak bisa acuh jalang.Makna dan esensi dicari,digali,ditelanjangi,diprovokasi,dikontaminasi.Setiap narasi didalamnya adalah euforia yang meluap-luap tanpa batas.Semu,satu musim mimpi kemarau.Nyata,seluas imaji-imaji yang bermimpi jadi ilusi.Lirih,impulsif.Nyalang,destruktif.Sempit,kritik-kritik satiris najis.Luas,angkasa khayali sejuta fiksi.Dingin,terendap prosa sumir duniawi.Hangat,pendar cinta tak lekang asa.
Lalu,sering muncul pertanyaan semacam ini…Jadi hidup itu sendiri,apa,siapa,bagaimana,dimana,mengapa,kapan,berapa,dll.Ehmm…tapi sayang sekali,aku tak memaknai hidup serumit itu.Aku takkan memunculkan segala pernyataan dan pertanyaan yang membuatku anti pati pada hidup dan kehidupan.Takkan memunculkan konfrontasi,delik,konflik yang kan membuatku hilang rupa,mati rasa.Sekuat apapun kau memusuhi dan mengutuk hidup,semakin lekat ia mendekapmu.Hidup bukanlah argumen narasi deskripsi.tak perlu kau buktikan keabsahan dan kebenarannya.Demi sebuah egosentris narsistik.Hidup begitu subjektif.Tergantung persepsi emosi logika yang tak pernah sama.Terkadang maya atau bahkan semu.
Hidup buatku selaksa letupan-letupan fluktuatif.Akan kunikmati setiap sensasi massif yang ia suguhkan.Membuat hidupku penuh rasa.Memenuhi rongga jiwa.Meledakkan tawa,Tangis,luka,perih,pedih,segala asa,semua rasa.Kadang hampir tak terasa.Hampa,hambar.Penuh cita rasa.Pijar gemintang yang mewarnai langit-langit metafora hidupku.Jadi,mengapa harus menyalahkan hidup.mencaci maki,sumpah serapah,tanpa arah,among kosong tak bermuara.Sia-sia,percuma.Untuk sesuatu yang tak sesuai harapan kita.Harus tunduk ingin angkuh kita.Baru hidup akan terhormat dan terasa pelangi rembulan di matamu.Untungnya hidup tak semanis itu.Ada pahit yang setia mendampinginya.Kombinasi yang sempurna.Menggoreskan,membentuk,menegaskan wujud jiwa.Yang nyaman akan keberadaanmu,duniamu,hidupmu.
Aku rasa,selama ini aku sudah berusaha berteman dengan hidup.Begitu banyak hal yang telah dilalui bersama.Kadang aku begitu bahagia di dekatnya.Tapi juga meradang ingin mendepaknya.Aku pernah merasa melayang ke angkasa impian,berarak indah.Terasa lapang,begitu lega.Hanya tawa.Ingin ku kecap berkali-kali.Tak kenal bosan.Juga pernah merasakan lautan duri nestapa,derita.Berdarah-darah,penuh nanah.Hanya tangis.Tak ingin ada pengulangan.Semua datang silih berganti.Tak kenal kompromi.Tak beraturan.Tak terduga.Spontan.Penuh prediksi.Ekspektasi berlebih.
Dan kini,aku mulai bisa bersahabat dengan hidup dan kehidupan.Sudah bisa berdamai dengannya.Dengan angkuh,lembutnya.Terbiasa dengan tabiatnya.Merasa nyaman berjalan beriringan dengan jiwa dan rohnya.Bisa menerima kekurangan dan kelebihannya.Tak berusaha menuntut lebih padanya,di luar kemampuan yang tak ingin tersampaikan.Aku sudah puas dan bahagia dengan keberadaannya.Mungkin,aku sudah mencapai titik bisa menerima hidup.Apapun kejutan-kejutan yang sudah menunggu di ujung jalan takdir.Membiarkannya lepas bebas,menjadi dirinya sendiri,menjadi apapun ia.Serasa kekasih hatiku.
Jadi…Aku akan selalu menikmati hidup.Selagi aku mampu,dan bisa.Akan ku buat hidupku secerah,seindah,dan sebahagia mungkin.Berharap dunia-dunia di lingkaran hidupku tersenyum manis,tulus dari hati yang tanpa pamrih.
“HIDUP”…aku ingin jalinan persahabatan kita akan semakin intim.seiring jalannya waktu.Temani aku selagi nafas masih mau menghiasi pendar-pendar romansa kita.Sebelum sayap-sayap di punggungku memanjang dan tumbuh kuat.Yang akan menerbangkanku ke langit tanpa ujung.Kehidupan abadi yang telah menanti.Karna aku takkan tahu kapan aku kesana.Disaat maut menggantikan peranmu.Menjadi sahabat menuju kelanggenganku.Karena kau adalah fana.Tak terencana…
“HIDUP”…jangan bersedih dan jangan kasihani aku.Jika aku harus meninggalkanmu.Dan kapankah saat itu…??!! Mungkin besok,lusa,minggu depan,bulan depan,tahun depan,belasan tahun,atau puluhan tahun kedepan.Tak ada yang tahu.Tak ada yang musykil.Sebab sudah seharusnya.Selalu begitu.Dan kuharap di saat aku melepaskanmu,aku sudah puas bersuka cita,berasyik masyuk denganmu.Sehingga aku bisa dengan senyum bahagia abadi…melepaskanmu pergi.
“HIDUP”…terima kasih untuk segalanya…aku sayang padamu…


Minggu, 05 April 2009

HARIKU KEMARIN


Hari dimulai.Pagi berteriak jalang pada dunia.Memekakkan sunyi sisa semalam.Fajar melukiskan sinar warna surgawi.Meliuk-liuk liar kesana kemari.Tertawa masam mengendus hari,yang lapar prasangka.Membangunkan mimpiku,yang tak jelas menari liar di ujung syarafku.Otak yang arogan memaksa raga bangun.Tapi tetap jiwa yang punya otoritas penuh memaksaku bangun.Tentu dengan sumpah serapah berhamburan tanpa ujung pangkal.Sial,brengsek.......!!!,air dingin sudah siap membekukan birahi hariku.Keparat apa yang ada di kepalaku.Membelenggu sensitifitas logikaku.Arrrghhh.........!!!,aku harus mandi.Mendinginkan kepalaku yang mendidih sisa amarah dan kecewa hari kemarin.Air pagi ini tak begitu dingin.Aku harap ia bisa sedingin bekunya hati nurani manusia di muka bumi ini.Biar bisa meluruhkan pekat hati yang sudah mengotori setiap lekuk gumpal darahku.Tapi,lumayanlah air pagi ini.Bisa sedikit memberi rasa nyaman untuk memulai hari.

Kuliah lagi hari ini.Seperti hari yang kemarin.Mencari ilmu kata mereka.Tapi,bukan begitu sepenuhnya.Hanya suasana baru mengisi hariku.Bila hatiku terbuka selebar selangkangan purnama,Maka ilmu berkejar-kejaran riang menelusup ke rongga terdalam otakku.Namun bila hatiku sudah setipis selaput dara,Niscaya secuil ilmu_pun tak dapat menembusbebalnya jiwa yang kerontang.Seperti bebalnya jiwa para diktator.Yang tak mempan luruh dalam tangis duka meratapi darah yang tumpah sia-sia.Hanya untuk sebuah candu kekuasaan.Huhh.......!!!,kuliah lagi.Duduk manis di kursi ini.Mendengar dongeng panjang dosen.Membuatku terkantuk-kantuk.Panas hari ini.Sayang tak ada AC disini.Mungin karna sumbangan uang terlalu kecil.Atau birokrasi sudah menyunat dana disana-sini.Entah untuk kepentingan perut siapa.Semakin siang semakin panas.Diri terbuai menanggalkan baju.Tapi sayang ini bukan pantai.Harus sabar menahan hati.Sebentar lagi ceramah yang berbusa-busa ini selesai.Fiuhhh..........!!!,akhirnya selesai juga drama satu babak ini.Perutku pun lapar.Tergerus diam dalam ruang putih ini.Langkah kaki menyeret tubuh yang dirongrong lapar.Kemana lagi kalau bukan ke kantin itu.Aku makan layaknya kaum proletar yang tidak makan satu abad lamanya.Beringas melahap menu makanku hari ini.Piring sudah seperti semula.Kosong tak terisi.Pindah tempat ke dalam perutku.Kenyang.Tapi,akan lapar lagi.Karena masih ada kuliah lagi hari ini.Kaki melangkah ke ruang putih lagi.Apakah akan ada ceramah kosong lagi.Syukurlah,kali ini isainya setengah penuh.Aku tidak ngantuk lagi,perut sudah terisi.Kuliah hari ini selesai juga.Semua berhamburan keluar.Wajah-wajah cerah kembali.Seperti baru keluar dari tekanan jiwa yang berkepanjangan.

Siang ini tidak langsung pulang.Nongkrong dulu sama teman.Membicarakan hal-hal bodoh.Menggunjingkan perlakuan hidup yang tanpa ampun.Konyol.Renyah.Tertawa,diam,tertawa lagi,diam kembali.Aku selalu suka saat seperti ini.Ringan,tanpa beban.Dan waktu tak terasa begitu cepat terlewatkan.Berlalu tanpa jeda.

Siang sudah berganti warna.Senja mulai menyapa malam.Berpisah dengan teman dan rutinitas hari.Langsung mandi,tumben.Menyapu keringat yang melekat erat.Bau panas hari,berganti wangi sabun.Lalu makan.Mengisi perut yang lapar lagi.Kenyang.Duduk didepan kotak bergambar dan bersuara.Bosan.Sinetron melulu.Kuambil buku yang baru kubeli kemarin.Yang baru kubaca separuhnya.Duduk diluar.Ditemani malam tanpa bintang.Sambil membaca kata-kata yang mulai menari-nari di otakku.Lalu turun meresap ke dalam jiwa.Mataku mulai tak bisa setia,menekur setiap kata dan kalimat.Jiwa menyetir mata untuk menikmati gelapnya temaram dan sendunya malam.Ingin menggapai goresan gemuruh awan.Tak puas-puasnya mata mencari purnama yang tak jua muncul.Bersembunyi entah kemana.Lekang tak berbekas.

Mata sudah merajuk menggapai lelap.Merangkai mimpi yang terburai.Malam memeluk jiwaku.Angin menelusup membelai peluh kesalku.Mengiringi setiak datak nafas.yang bermuara dalam sebuah mimpi.Selamat tinggal hari ini.Sampai jumpa hari esok. 

Jumat, 27 Maret 2009

Creative People

 
“Orang-orang kreatif termotivasi oleh keinginan untuk maju, bukan oleh keinginan untuk mengalahkan orang lain.” Ayn Rand (1905-1982)

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
Orang yang kreatif selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang ada dalam pikiran kreatifnya dimana untuk mewujudkan hal itu diperlukan ketenangan yang tidak dimiliki orang “biasa”, dalam ketenangan itu justru akan menghasilkan kekuatan lebih untuk mewujudkan pemikirannya.
2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Orang kreatif pada dasarnya mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang “biasa”, sehingga mereka juga menjadi naïf dan mengganggap diri mereka masih berbalut banyak kekurangan di sana sini serta selalu berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.
3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Orang kreatif cenderung untuk bersikap disiplin namun tetap mewujudkan suatu keseimbangan dan mempunyai gairah yang besar terhadap segala aktifitas yang ia lakukan. Singkatnya orang kreatif tau dengan baik apa dan kapan ia harus melakukan sesuatu
4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
Orang kreatif cenderung mempunyai imajinasi dan fantasi tersendiri hal itu akan mendorong mereka untuk mewujudkannya dalam dunia kenyataan dan mereka akan puas tatkala berhasil mengkontrol kenyataan seperti apa yang telah mereka imajinasikan sebelumnya.
5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.
Sekali lagi bahwa orang kreatif memiliki pemikiran dan sifat yg juga tidak biasa, dengan kata lain sangat “unpredictable”, bisa dianalogikan sebagai seorang utility player dalam permainan sepakbola dimana sang pemain tersebut dapat bermain baik di berbagai posisi.
6. Creative people are humble and proud at the same time.
Orang kreatif selalu bangga dengan karya yang dihasilkannya namun tetap berusaha untuk rendah hati, tak lain untuk memacu dirinya yang ia rasakan masih banyak kekurangan sehingga ia tidak akan berhenti berkarya.
7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
Well, orang kreatif mampu menembus segala batas dimensi yang dibuat dunia/stereotip tertentu, pada dasarnya kreatifitas itu butuh kebebasan, dari sanalah datang banyak kreatifitas.
8. Creative people are both rebellious and conservative.
Orang kreatif cenderung bertindak memberontak, seperti apa yang telah saya jelaskan pada nomor 7 bahwa dari kebebasan itulah banyak kreatifitas yang lahir, semakin dikekang semakin sulit pula terwujudkan, namun mereka juga memiliki sifat konservatf dalam beberapa hal dan idealism/sesuatu yang coba untuk mereka pertahankan.
9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
Orang kreatif sangat senang melakukan pekerjaan melakukan pekerjaan yang mereka sukai terkadang melampaui batas kewajaran namun di sinilah perbedaan yang jelas dengan orang biasa, orang kreatif cenderung untuk melakukan sesuatu yang “lebih” atau hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan.
10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.
Orang kreatif cenderung bersikap “no matter how much the price” apapun konsekuensinya akan mereka jalani untuk mewujudkan sesuatu yang diidamkannya bahkan tidak jarang keluar dari koridor peraturan, semua demi impiannya.


Senin, 23 Maret 2009

Jingga_Ku


Aku bangun pagi sekali hari ini,sesuatu yang jarang aku lakukan.Tapi hari ini aku ingin sekali mersakan hangatnya mentari pagi.Si_"jingga",yah aku sering menyebutnya begitu.Aku ingin mendahului "jingga",ingin kulihat wajahnya yang bersemu merah saat dia menampakkan tubuhnya dibalik tirai awan yang berarak indah,putih dan polos.Disaat pagi saja,aku bisa menelanjangi tubuhnya yang begitu mempesona.Seperti perawan yang masih malu-malu menampakkan kemolekannya di depan birahi sang perjaka."jingga".......telanjangi aku dengan segala pesona gairahmu.Hangatkan tubuhku yang beku dan hatiku yang membatu."jingga",peluklah bumi yang sekarat ini dengan warna kuasamu.Didalam kerendahan hatimu,aku masih bisa melihat bumi dalam balutan hijau........meski samar.Ataukah itu hanya fatamorganaku semata.......? Entahlah......

"jingga"..........jangan kau tergesa-gesa pergi.Putik bunga masih menunggu ciuman mesramu.Kupu-kupu masih ingin menggapaimu,membandingkan keindahan ragawinya dengan hangatmu yang memabukkan.Embun pagi belum puas kau hisap sari sucinya.Burung-burung ramai berkicau,menyanyikan kidung gemulai.Merayumu dengan halus agar kau jangan cepat pergi.Awan berlomba-lomba mengkontaminasikan dirinya padamu.Pagi,seakan tak merelakanmu pergi meninggalkan dingin yang kosong.Angin masih belum putus asa menjerat dan meluluh lantakkan dirimu,agar ia bisa memasungmu selamanya.Bumi_pun belum terpuaskan oleh kelembutan hatimu yang hangat.

Dan......yang pasti,aku belum puas bercumbu dan berkeluh kesah denganmu
."jingga"......remukkan hatiku yang membatu dengan hangatmu yang menusuk tanpa ampun kesetiap sudut hatiku yang tak pernah tersentuh oleh apapun.Hanya dirimu yang sanggup melakukannya."jingga"......hangatkan tubuhku yang dingin,dingin dirongrong hidup yang tak kenal nurani dan empati."jingga"......peluklah aku,aku ingin ikut dengamu.Berikanlah aku sayap surgawi,agar aku bisa selalu bersamamu.Menemanimu walau hanya sesaat.Huhh.......kau selalu mampu membuatku mendayu-dayu dalam rayuanmu.Kau buat aku bertekuk lutut tanpa ampun dihadapanmu.Kau koyak seluruh rongga jiwaku,tanpa kau sisakan sedikitpun.Aku takkan bisa menafikanmu,sedetikpun.Meskipun nafasku telah tiba diujung nyawaku."jingga".......kaulah bidadari pagi,yang begitu menyihir seluruh jagat raya dengan kelembutanmu yang anggun.Tapi mengapa........kau sulit untuk aku jamah,aku rengkuh biar bisa kusimpan di hatiku.

"jingga"........mengapa kau begitu cepat pergi.Tak adakah toleransi untukku,memuaskan dahaga bahagiaku denganmu.Tapi........aku tahu,aku tak boleh egois.Kau harus berubah warna,memanaskan muka bumi.Meskipun dengan berat hati aku melepasmu.Melihatmu melanjutkan hidupmu yang sudah menjadi rutinitas dan kewajiban.Yang tak bisa kau pungkiri dan elakkan.Tapi.........sekali lagi aku bertanya,mengapa "jingga" keberadaanmu begitu singkat.Nafasmu sependek mimpi-mimpi pelangi yang nisbi.Tak ada yang abadi.Tapi rasaku padamu akan selalu ada dan abadi seiring rinduku yang begitu dalam.

Pergilah..........pergi kesana "jingga".Panaskan bumi yang fana ini.Dan aku akan selalu merindukanmu.Ku harap besok pagi kita bisa bertemu lagi.Selama aku masih bisa bangun lebih pagi lagi,dan pastinya selama nafas masih setia menemaniku.Kita akan puaskan asyik masyuk yang masih tertunda pagi ini.Walaupun........aku tak bisa menipu diriku sendiri,bahwa kau "jingga" takkan ada batasnya pesonamu.Meskipun,dengan rakus ku koyak-koyak sari patimu.Akan selalu menikmatimu,selagi dan sepanjang aku mampu.

Kau........Hanyalah Bayangan Bagiku


Aku lelah.........
tanpa henti menanti bayang semu
begitu dekat,begitu lekat
tapi tak kuasa merengkuh galau hatiku
tak mampu menghangatkan bara jiwaku
Aku kehilangan rasa menunggumu
karena kau adalah samar bagiku
yang tak kupedulikan lagi keberadaannya
karena aku sudah tahu
kau tak ingin aku miliki
dan kaupun akan sulit menggapaiku
jangan salahkan aku
bila aku lancang menghapusmu dari ingatanku
karena semua kenangan yang kau berikan padaku
begitu semu dan rapuh
mudah terpatahkan waktu dan keadaan
begitu banyak keraguan dan kebohongan memuakkan
yang mengurungi keberadaanmu
dan jangan salahkan aku bila akhirnya
harus mencari rasa dari hati yang lain
yang terasa nyata bagiku

Bayangan tetaplah bayangan
yang hanya setia menemani terang
tak mampu melawan kuasa gelap
menyapa hatiku saat ada kebahagiaan
meremukkan jiwaku bila kesuraman datang
dia hanya mampu bersembunyi
dalam keheningan kepalsuan
yang walaupun selalu menemani setiap langkah hidupku
namun tak pernah sanggup membuatku mengenalnya

Bayangan terlalu takut
menghadapi segala kemungkinan
dan kemungkinan itu adalah aku
Aku akan lebih memilih seorang musuh
daripada bayangan sepertimu
karena musuh paling tidak mereka berani membuktikan diri
bahwa mereka membenci dan antipati
tidak sepertimu............
begitu mudah menggapai kedekatan denganku
dan mungkin bisa menyentuh rasaku
tapi tak bisa kumiliki sepenuhnya dirimu
karena kau hanyalah sebuah bayangan

Kadang yang jujur itu
biarpun sangat menyakitkat
tetap lebih berarti daripada yang semu
Dan pantaskah aku sebut dirimu pengecut
atau mungkin pecundang sejati
entahlah..........