Rabu, 15 April 2009

HIDUP


“HIDUP”,kata sederhana dari kumpulan huruf yang biasa.T.erlalu biasa bahkan basi tak bertepi.Terlalu sering diperdengarkan,didengungkan,diberdebatkan,dicampakkan,dienyahkan,dibumihanguskan.Tapi tak bisa acuh jalang.Makna dan esensi dicari,digali,ditelanjangi,diprovokasi,dikontaminasi.Setiap narasi didalamnya adalah euforia yang meluap-luap tanpa batas.Semu,satu musim mimpi kemarau.Nyata,seluas imaji-imaji yang bermimpi jadi ilusi.Lirih,impulsif.Nyalang,destruktif.Sempit,kritik-kritik satiris najis.Luas,angkasa khayali sejuta fiksi.Dingin,terendap prosa sumir duniawi.Hangat,pendar cinta tak lekang asa.
Lalu,sering muncul pertanyaan semacam ini…Jadi hidup itu sendiri,apa,siapa,bagaimana,dimana,mengapa,kapan,berapa,dll.Ehmm…tapi sayang sekali,aku tak memaknai hidup serumit itu.Aku takkan memunculkan segala pernyataan dan pertanyaan yang membuatku anti pati pada hidup dan kehidupan.Takkan memunculkan konfrontasi,delik,konflik yang kan membuatku hilang rupa,mati rasa.Sekuat apapun kau memusuhi dan mengutuk hidup,semakin lekat ia mendekapmu.Hidup bukanlah argumen narasi deskripsi.tak perlu kau buktikan keabsahan dan kebenarannya.Demi sebuah egosentris narsistik.Hidup begitu subjektif.Tergantung persepsi emosi logika yang tak pernah sama.Terkadang maya atau bahkan semu.
Hidup buatku selaksa letupan-letupan fluktuatif.Akan kunikmati setiap sensasi massif yang ia suguhkan.Membuat hidupku penuh rasa.Memenuhi rongga jiwa.Meledakkan tawa,Tangis,luka,perih,pedih,segala asa,semua rasa.Kadang hampir tak terasa.Hampa,hambar.Penuh cita rasa.Pijar gemintang yang mewarnai langit-langit metafora hidupku.Jadi,mengapa harus menyalahkan hidup.mencaci maki,sumpah serapah,tanpa arah,among kosong tak bermuara.Sia-sia,percuma.Untuk sesuatu yang tak sesuai harapan kita.Harus tunduk ingin angkuh kita.Baru hidup akan terhormat dan terasa pelangi rembulan di matamu.Untungnya hidup tak semanis itu.Ada pahit yang setia mendampinginya.Kombinasi yang sempurna.Menggoreskan,membentuk,menegaskan wujud jiwa.Yang nyaman akan keberadaanmu,duniamu,hidupmu.
Aku rasa,selama ini aku sudah berusaha berteman dengan hidup.Begitu banyak hal yang telah dilalui bersama.Kadang aku begitu bahagia di dekatnya.Tapi juga meradang ingin mendepaknya.Aku pernah merasa melayang ke angkasa impian,berarak indah.Terasa lapang,begitu lega.Hanya tawa.Ingin ku kecap berkali-kali.Tak kenal bosan.Juga pernah merasakan lautan duri nestapa,derita.Berdarah-darah,penuh nanah.Hanya tangis.Tak ingin ada pengulangan.Semua datang silih berganti.Tak kenal kompromi.Tak beraturan.Tak terduga.Spontan.Penuh prediksi.Ekspektasi berlebih.
Dan kini,aku mulai bisa bersahabat dengan hidup dan kehidupan.Sudah bisa berdamai dengannya.Dengan angkuh,lembutnya.Terbiasa dengan tabiatnya.Merasa nyaman berjalan beriringan dengan jiwa dan rohnya.Bisa menerima kekurangan dan kelebihannya.Tak berusaha menuntut lebih padanya,di luar kemampuan yang tak ingin tersampaikan.Aku sudah puas dan bahagia dengan keberadaannya.Mungkin,aku sudah mencapai titik bisa menerima hidup.Apapun kejutan-kejutan yang sudah menunggu di ujung jalan takdir.Membiarkannya lepas bebas,menjadi dirinya sendiri,menjadi apapun ia.Serasa kekasih hatiku.
Jadi…Aku akan selalu menikmati hidup.Selagi aku mampu,dan bisa.Akan ku buat hidupku secerah,seindah,dan sebahagia mungkin.Berharap dunia-dunia di lingkaran hidupku tersenyum manis,tulus dari hati yang tanpa pamrih.
“HIDUP”…aku ingin jalinan persahabatan kita akan semakin intim.seiring jalannya waktu.Temani aku selagi nafas masih mau menghiasi pendar-pendar romansa kita.Sebelum sayap-sayap di punggungku memanjang dan tumbuh kuat.Yang akan menerbangkanku ke langit tanpa ujung.Kehidupan abadi yang telah menanti.Karna aku takkan tahu kapan aku kesana.Disaat maut menggantikan peranmu.Menjadi sahabat menuju kelanggenganku.Karena kau adalah fana.Tak terencana…
“HIDUP”…jangan bersedih dan jangan kasihani aku.Jika aku harus meninggalkanmu.Dan kapankah saat itu…??!! Mungkin besok,lusa,minggu depan,bulan depan,tahun depan,belasan tahun,atau puluhan tahun kedepan.Tak ada yang tahu.Tak ada yang musykil.Sebab sudah seharusnya.Selalu begitu.Dan kuharap di saat aku melepaskanmu,aku sudah puas bersuka cita,berasyik masyuk denganmu.Sehingga aku bisa dengan senyum bahagia abadi…melepaskanmu pergi.
“HIDUP”…terima kasih untuk segalanya…aku sayang padamu…


Minggu, 05 April 2009

HARIKU KEMARIN


Hari dimulai.Pagi berteriak jalang pada dunia.Memekakkan sunyi sisa semalam.Fajar melukiskan sinar warna surgawi.Meliuk-liuk liar kesana kemari.Tertawa masam mengendus hari,yang lapar prasangka.Membangunkan mimpiku,yang tak jelas menari liar di ujung syarafku.Otak yang arogan memaksa raga bangun.Tapi tetap jiwa yang punya otoritas penuh memaksaku bangun.Tentu dengan sumpah serapah berhamburan tanpa ujung pangkal.Sial,brengsek.......!!!,air dingin sudah siap membekukan birahi hariku.Keparat apa yang ada di kepalaku.Membelenggu sensitifitas logikaku.Arrrghhh.........!!!,aku harus mandi.Mendinginkan kepalaku yang mendidih sisa amarah dan kecewa hari kemarin.Air pagi ini tak begitu dingin.Aku harap ia bisa sedingin bekunya hati nurani manusia di muka bumi ini.Biar bisa meluruhkan pekat hati yang sudah mengotori setiap lekuk gumpal darahku.Tapi,lumayanlah air pagi ini.Bisa sedikit memberi rasa nyaman untuk memulai hari.

Kuliah lagi hari ini.Seperti hari yang kemarin.Mencari ilmu kata mereka.Tapi,bukan begitu sepenuhnya.Hanya suasana baru mengisi hariku.Bila hatiku terbuka selebar selangkangan purnama,Maka ilmu berkejar-kejaran riang menelusup ke rongga terdalam otakku.Namun bila hatiku sudah setipis selaput dara,Niscaya secuil ilmu_pun tak dapat menembusbebalnya jiwa yang kerontang.Seperti bebalnya jiwa para diktator.Yang tak mempan luruh dalam tangis duka meratapi darah yang tumpah sia-sia.Hanya untuk sebuah candu kekuasaan.Huhh.......!!!,kuliah lagi.Duduk manis di kursi ini.Mendengar dongeng panjang dosen.Membuatku terkantuk-kantuk.Panas hari ini.Sayang tak ada AC disini.Mungin karna sumbangan uang terlalu kecil.Atau birokrasi sudah menyunat dana disana-sini.Entah untuk kepentingan perut siapa.Semakin siang semakin panas.Diri terbuai menanggalkan baju.Tapi sayang ini bukan pantai.Harus sabar menahan hati.Sebentar lagi ceramah yang berbusa-busa ini selesai.Fiuhhh..........!!!,akhirnya selesai juga drama satu babak ini.Perutku pun lapar.Tergerus diam dalam ruang putih ini.Langkah kaki menyeret tubuh yang dirongrong lapar.Kemana lagi kalau bukan ke kantin itu.Aku makan layaknya kaum proletar yang tidak makan satu abad lamanya.Beringas melahap menu makanku hari ini.Piring sudah seperti semula.Kosong tak terisi.Pindah tempat ke dalam perutku.Kenyang.Tapi,akan lapar lagi.Karena masih ada kuliah lagi hari ini.Kaki melangkah ke ruang putih lagi.Apakah akan ada ceramah kosong lagi.Syukurlah,kali ini isainya setengah penuh.Aku tidak ngantuk lagi,perut sudah terisi.Kuliah hari ini selesai juga.Semua berhamburan keluar.Wajah-wajah cerah kembali.Seperti baru keluar dari tekanan jiwa yang berkepanjangan.

Siang ini tidak langsung pulang.Nongkrong dulu sama teman.Membicarakan hal-hal bodoh.Menggunjingkan perlakuan hidup yang tanpa ampun.Konyol.Renyah.Tertawa,diam,tertawa lagi,diam kembali.Aku selalu suka saat seperti ini.Ringan,tanpa beban.Dan waktu tak terasa begitu cepat terlewatkan.Berlalu tanpa jeda.

Siang sudah berganti warna.Senja mulai menyapa malam.Berpisah dengan teman dan rutinitas hari.Langsung mandi,tumben.Menyapu keringat yang melekat erat.Bau panas hari,berganti wangi sabun.Lalu makan.Mengisi perut yang lapar lagi.Kenyang.Duduk didepan kotak bergambar dan bersuara.Bosan.Sinetron melulu.Kuambil buku yang baru kubeli kemarin.Yang baru kubaca separuhnya.Duduk diluar.Ditemani malam tanpa bintang.Sambil membaca kata-kata yang mulai menari-nari di otakku.Lalu turun meresap ke dalam jiwa.Mataku mulai tak bisa setia,menekur setiap kata dan kalimat.Jiwa menyetir mata untuk menikmati gelapnya temaram dan sendunya malam.Ingin menggapai goresan gemuruh awan.Tak puas-puasnya mata mencari purnama yang tak jua muncul.Bersembunyi entah kemana.Lekang tak berbekas.

Mata sudah merajuk menggapai lelap.Merangkai mimpi yang terburai.Malam memeluk jiwaku.Angin menelusup membelai peluh kesalku.Mengiringi setiak datak nafas.yang bermuara dalam sebuah mimpi.Selamat tinggal hari ini.Sampai jumpa hari esok. 

Jumat, 27 Maret 2009

Creative People

 
“Orang-orang kreatif termotivasi oleh keinginan untuk maju, bukan oleh keinginan untuk mengalahkan orang lain.” Ayn Rand (1905-1982)

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
Orang yang kreatif selalu berusaha untuk mewujudkan apa yang ada dalam pikiran kreatifnya dimana untuk mewujudkan hal itu diperlukan ketenangan yang tidak dimiliki orang “biasa”, dalam ketenangan itu justru akan menghasilkan kekuatan lebih untuk mewujudkan pemikirannya.
2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Orang kreatif pada dasarnya mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang “biasa”, sehingga mereka juga menjadi naïf dan mengganggap diri mereka masih berbalut banyak kekurangan di sana sini serta selalu berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.
3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Orang kreatif cenderung untuk bersikap disiplin namun tetap mewujudkan suatu keseimbangan dan mempunyai gairah yang besar terhadap segala aktifitas yang ia lakukan. Singkatnya orang kreatif tau dengan baik apa dan kapan ia harus melakukan sesuatu
4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
Orang kreatif cenderung mempunyai imajinasi dan fantasi tersendiri hal itu akan mendorong mereka untuk mewujudkannya dalam dunia kenyataan dan mereka akan puas tatkala berhasil mengkontrol kenyataan seperti apa yang telah mereka imajinasikan sebelumnya.
5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.
Sekali lagi bahwa orang kreatif memiliki pemikiran dan sifat yg juga tidak biasa, dengan kata lain sangat “unpredictable”, bisa dianalogikan sebagai seorang utility player dalam permainan sepakbola dimana sang pemain tersebut dapat bermain baik di berbagai posisi.
6. Creative people are humble and proud at the same time.
Orang kreatif selalu bangga dengan karya yang dihasilkannya namun tetap berusaha untuk rendah hati, tak lain untuk memacu dirinya yang ia rasakan masih banyak kekurangan sehingga ia tidak akan berhenti berkarya.
7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
Well, orang kreatif mampu menembus segala batas dimensi yang dibuat dunia/stereotip tertentu, pada dasarnya kreatifitas itu butuh kebebasan, dari sanalah datang banyak kreatifitas.
8. Creative people are both rebellious and conservative.
Orang kreatif cenderung bertindak memberontak, seperti apa yang telah saya jelaskan pada nomor 7 bahwa dari kebebasan itulah banyak kreatifitas yang lahir, semakin dikekang semakin sulit pula terwujudkan, namun mereka juga memiliki sifat konservatf dalam beberapa hal dan idealism/sesuatu yang coba untuk mereka pertahankan.
9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
Orang kreatif sangat senang melakukan pekerjaan melakukan pekerjaan yang mereka sukai terkadang melampaui batas kewajaran namun di sinilah perbedaan yang jelas dengan orang biasa, orang kreatif cenderung untuk melakukan sesuatu yang “lebih” atau hanya sekedar menyelesaikan pekerjaan.
10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.
Orang kreatif cenderung bersikap “no matter how much the price” apapun konsekuensinya akan mereka jalani untuk mewujudkan sesuatu yang diidamkannya bahkan tidak jarang keluar dari koridor peraturan, semua demi impiannya.


Senin, 23 Maret 2009

Jingga_Ku


Aku bangun pagi sekali hari ini,sesuatu yang jarang aku lakukan.Tapi hari ini aku ingin sekali mersakan hangatnya mentari pagi.Si_"jingga",yah aku sering menyebutnya begitu.Aku ingin mendahului "jingga",ingin kulihat wajahnya yang bersemu merah saat dia menampakkan tubuhnya dibalik tirai awan yang berarak indah,putih dan polos.Disaat pagi saja,aku bisa menelanjangi tubuhnya yang begitu mempesona.Seperti perawan yang masih malu-malu menampakkan kemolekannya di depan birahi sang perjaka."jingga".......telanjangi aku dengan segala pesona gairahmu.Hangatkan tubuhku yang beku dan hatiku yang membatu."jingga",peluklah bumi yang sekarat ini dengan warna kuasamu.Didalam kerendahan hatimu,aku masih bisa melihat bumi dalam balutan hijau........meski samar.Ataukah itu hanya fatamorganaku semata.......? Entahlah......

"jingga"..........jangan kau tergesa-gesa pergi.Putik bunga masih menunggu ciuman mesramu.Kupu-kupu masih ingin menggapaimu,membandingkan keindahan ragawinya dengan hangatmu yang memabukkan.Embun pagi belum puas kau hisap sari sucinya.Burung-burung ramai berkicau,menyanyikan kidung gemulai.Merayumu dengan halus agar kau jangan cepat pergi.Awan berlomba-lomba mengkontaminasikan dirinya padamu.Pagi,seakan tak merelakanmu pergi meninggalkan dingin yang kosong.Angin masih belum putus asa menjerat dan meluluh lantakkan dirimu,agar ia bisa memasungmu selamanya.Bumi_pun belum terpuaskan oleh kelembutan hatimu yang hangat.

Dan......yang pasti,aku belum puas bercumbu dan berkeluh kesah denganmu
."jingga"......remukkan hatiku yang membatu dengan hangatmu yang menusuk tanpa ampun kesetiap sudut hatiku yang tak pernah tersentuh oleh apapun.Hanya dirimu yang sanggup melakukannya."jingga"......hangatkan tubuhku yang dingin,dingin dirongrong hidup yang tak kenal nurani dan empati."jingga"......peluklah aku,aku ingin ikut dengamu.Berikanlah aku sayap surgawi,agar aku bisa selalu bersamamu.Menemanimu walau hanya sesaat.Huhh.......kau selalu mampu membuatku mendayu-dayu dalam rayuanmu.Kau buat aku bertekuk lutut tanpa ampun dihadapanmu.Kau koyak seluruh rongga jiwaku,tanpa kau sisakan sedikitpun.Aku takkan bisa menafikanmu,sedetikpun.Meskipun nafasku telah tiba diujung nyawaku."jingga".......kaulah bidadari pagi,yang begitu menyihir seluruh jagat raya dengan kelembutanmu yang anggun.Tapi mengapa........kau sulit untuk aku jamah,aku rengkuh biar bisa kusimpan di hatiku.

"jingga"........mengapa kau begitu cepat pergi.Tak adakah toleransi untukku,memuaskan dahaga bahagiaku denganmu.Tapi........aku tahu,aku tak boleh egois.Kau harus berubah warna,memanaskan muka bumi.Meskipun dengan berat hati aku melepasmu.Melihatmu melanjutkan hidupmu yang sudah menjadi rutinitas dan kewajiban.Yang tak bisa kau pungkiri dan elakkan.Tapi.........sekali lagi aku bertanya,mengapa "jingga" keberadaanmu begitu singkat.Nafasmu sependek mimpi-mimpi pelangi yang nisbi.Tak ada yang abadi.Tapi rasaku padamu akan selalu ada dan abadi seiring rinduku yang begitu dalam.

Pergilah..........pergi kesana "jingga".Panaskan bumi yang fana ini.Dan aku akan selalu merindukanmu.Ku harap besok pagi kita bisa bertemu lagi.Selama aku masih bisa bangun lebih pagi lagi,dan pastinya selama nafas masih setia menemaniku.Kita akan puaskan asyik masyuk yang masih tertunda pagi ini.Walaupun........aku tak bisa menipu diriku sendiri,bahwa kau "jingga" takkan ada batasnya pesonamu.Meskipun,dengan rakus ku koyak-koyak sari patimu.Akan selalu menikmatimu,selagi dan sepanjang aku mampu.

Kau........Hanyalah Bayangan Bagiku


Aku lelah.........
tanpa henti menanti bayang semu
begitu dekat,begitu lekat
tapi tak kuasa merengkuh galau hatiku
tak mampu menghangatkan bara jiwaku
Aku kehilangan rasa menunggumu
karena kau adalah samar bagiku
yang tak kupedulikan lagi keberadaannya
karena aku sudah tahu
kau tak ingin aku miliki
dan kaupun akan sulit menggapaiku
jangan salahkan aku
bila aku lancang menghapusmu dari ingatanku
karena semua kenangan yang kau berikan padaku
begitu semu dan rapuh
mudah terpatahkan waktu dan keadaan
begitu banyak keraguan dan kebohongan memuakkan
yang mengurungi keberadaanmu
dan jangan salahkan aku bila akhirnya
harus mencari rasa dari hati yang lain
yang terasa nyata bagiku

Bayangan tetaplah bayangan
yang hanya setia menemani terang
tak mampu melawan kuasa gelap
menyapa hatiku saat ada kebahagiaan
meremukkan jiwaku bila kesuraman datang
dia hanya mampu bersembunyi
dalam keheningan kepalsuan
yang walaupun selalu menemani setiap langkah hidupku
namun tak pernah sanggup membuatku mengenalnya

Bayangan terlalu takut
menghadapi segala kemungkinan
dan kemungkinan itu adalah aku
Aku akan lebih memilih seorang musuh
daripada bayangan sepertimu
karena musuh paling tidak mereka berani membuktikan diri
bahwa mereka membenci dan antipati
tidak sepertimu............
begitu mudah menggapai kedekatan denganku
dan mungkin bisa menyentuh rasaku
tapi tak bisa kumiliki sepenuhnya dirimu
karena kau hanyalah sebuah bayangan

Kadang yang jujur itu
biarpun sangat menyakitkat
tetap lebih berarti daripada yang semu
Dan pantaskah aku sebut dirimu pengecut
atau mungkin pecundang sejati
entahlah..........

Selasa, 17 Februari 2009

PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN.........mendobrak Pakem tradisi........

Sejak dari awal aku sudah tertarik dengan film ini,sebuah film yang "tidak biasa",dalam hal tema maupun cerita(sedari awal aku pengen banget nonton film ini,tapi slalu ada saja halangannya...hehehe...)."Tidak biasa" karena film ini muncul ditengah-tengah gempuran film-film "mainstream" yang bertemakan horor(yang jalan ceritanya sering dipaksakan,sehingga sangat sulit dinalar.Meskipun dinalar oleh makhluk halus sekalipun...hehehe....),cinta(roman picisan,yang terlalu sering diangkat ke dalam film),komedi(meskipun lebih sering dibalut dengan tampilan "seks" yang vulgar.Dan menurutku film yang seperti ini tidak lagi menjadi lucu,tapi malah "garing" kayak keripik Kingkong...hihihi...).

Dan aku semakin penasaran setelah film ini mematik "kontrovesi" ditengah-tengah masyarakat.Dan akupun bertanya..."apa yang salah dengan film ini...??!!.Akhirnya kemarin aku aku bisa juga nonton film ini(fiuhhh...hehe...),sekalian aku ingin membuktikan seberapa "kontroversi-kah" film ini.Dan aku tak ingin terjebak ditengah-tengah opini publik yang belum tentu kebenarannya.Secara garis besar film ini menceritakan tentang kegigihan seorang perempuan muslim dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang "wanita".Dan dia harus berjuang ditengah-tengah kehidupan pesantren dan keluarga di dalamnya yang memegang teguh nilai-nilai islam yang "kaku"(yang kalau menurutku dilakukan oleh "oknum-oknum" yang sok tahu tentang islam,padahal islam sendiri menurutku sangat "fleksibel"),yang sangat "mendeskriditkan" peranan perempuan dalam nilai-nilai "islam".Wanita harus selalu mengalah dan harus dibawah perintah dan kekuasaan kaum laki-laki.

Dan setelah menonton film ini,aku dapat menyimpulkan bahwa tak ada yang salah dengan film ini.yang salah adalah kita yang terlalu "naif" mempresentasikan film ini.Film ini bukan tentang "pelecehan" nilai-nilai islam,tapi tentang pemikiran dari segelintir orang yang berpikiran "sempit"(yang sok tahu tentang "islam") yang melencengkan nilai-nilai islam yang sebenarnya.Dan hal ini sangat tersirat jelas dalam film tersebut.Sekali lagi ini bukan tentang "islam" tapi tentang pemikiran seseorang tentang islam,yang seolah sudah menjadi "pakem" pesantren dalam penggambaran film tersebut.

Bagi orang yang berpikiran "sempit" mungkin film ini akan menohok dan melecehkan pribadinya sebagai seorang "muslim".Dan bagi mereka yang berjiwa besar dan "open minded" film ini bisa menjadi "inspirasi" dan bisa memberi ilmu dan pengetahuan "baru",yang dapat kita gali dalam film tersebut.Pula,menurutku sang penulis buku/novel yang ceritanya diangkat dalam film ini,sudah melakukan "survei" dan pandangan-pandangan tentang cerita dalam bukunya itu(atau bahkan ia pernah mengalaminya sendiri....??,aku juga tak tahu......).Dalam sebuah interview di televisi,ia juga mengatakan bahwa pesan yang ingin disampaikan dalam bukunya sudah tersampaikan dengan baik dalam film tersebut.Jadi mengapa "orang-orang" itu ribut sendiri...??!!(lagi gak ada kerjaan kali....hehehe...).Dan kalau sebuah film memuat "kritik",mengapa kita tidak bisa berjiwa besar.....Toh,kita tak akan rugi dan "mati" kalau menjadikan kritik yang datang pada kita menjadi sebuah "introspeksi diri",dan menjadikan kita manusia-manusia yang lebih baik(selama kritik itu benar-benar "membangun" dan benar-benar sesuai keadaan dan kenyataan....dan gak "asal" ngritik doank....).

Masak.....setiap kita disuguhkan dengan film yang "menohok" sedikit saja,kita langsung kebakaran jenggot.Kita seakan sudah "puas" dengan gempuran film yang "lempeng-lempeng" saja dan film-film yang"melenakan",yang dibuat sesuai dengan keinginan dan kepuasan masyarakat(jadi jangan heran kalau film yang dibuat temanya itu-itu saja).Film yang cuma bisa jadi "follower" yang hanya mencoba mencari "aman".Jadi.....bagaimana dunia perfilman kita akan maju(jangan hanya kuantitasnya saja tapi kualitasnya juga),dan bagaimana bagaimana masyarakat kita bisa maju juga....??!!!.

Aku juga heran....mengapa para sineas itu tidak "tertarik" membuat film yang lebih "idealis" dan "inspiratif".Tidak hanya mementingkan segi "komersial-nya" saja.Dan semoga,suatu saat....setiap kita keluar dari pintu bioskop,kita akan menjadi pribadi yang baru dan berbeda(dalam artian positif).Karena "influence" dari film "indonesia" yang kita tonton tersebut.Dan sekali lagi,"kreatifitas" seseorang tidak bisa dikekang dan dihalang-halangi oleh apapun dan siapapun....!!!!!!.
"TERUS MAJU PERFILM-AN INDONESIA......!!!"

Selasa, 09 Desember 2008

DESEMBER-Ku



Pagi yang cerah...
merona menatap senyum mentari
embun memeluk mesra subuh
dingin mendendangkan rayuannya
memelukku dalam kecup hangatnya
tetes-tetes air hujan menghapus angkuhnya malam
nyanyian burung laksana secawan madu surgawi
memuaskan dahaga jiwa yang nestapa
lihatlah lambaian gemulai rumput disana
merajuk ingin disentuh pesona perawannya

Harum hawa pagi ini takkan kurelakan
menghilang dalam kehampaan
kan kuhirup sampai ke saraf-saraf otakku
menelusup kerelung terdalam jiwaku
kan kujadikan madat hidupku
biarkan matahari membelaiku mesra
rasakan hangatnya sampai ke ulu hati
tak kan kusia-siakan rupawanmu
cumbuilah sang pagi...
ku takkan tergores cemburu durja
berikanlah kepuasan tak terperi
sebelum kelembutan senja
menghelamu dalam dekap sunyi

Selamat datang Desember-ku...
kusambut kau dengan senyum hangatku
puja puji mengiringi langkahmu
berikan keceriaan duniaku
sejuta keriangan menapak tilas kehadiranmu
kubentangkan hidupku untuk seluruh
nafas-nafas kebahagiaan sejati
kuluruhkan seluruh keangkuhan di jiwa
demi senyuman menyambut hari
biarkan aku menatap lantang
segala kepedihan yang meranggas
terpanggang kemunafikan duniawi
biarkan aku menjadi seutuhnya diriku
terkendali dalam dekapan tanganku

Desember-ku...
temanilah hariku...
cercahkan semangat...
berikan damai...
tebarkan senyum...
semaikan bahagia...
hapuskan air mata...
keringkan kedukaan...
pendarkan cinta kasih...
dendangkan sejuta tawa...
binasakan kesuraman...
semarakkan kesunyian...
lenyapkan kedengkian...
kikis kemunafikan...

Desember-ku...
berikan damai di seluruh muka bumi
dari lubuk hati yang terdalam
semoga semua makhluk di jagad raya
merasakan keramahan desember
sehingga takkan ada lagi
yang mengatas namakan kemanusiaan
demi merengkuh kekuasaan palsu
semoga tak ada lagi tangisan
malaikat-malaikat kecil
semoga tak ada lagi ketertindasan
dalam mendapatkan kebebasan
semoga...
meski ku tahu itu hanya mimpi...

Selasa, 25 November 2008

KETIKA KREATIFITAS DIBUNGKAM KEMUNAFIKAN


Mungkin kemarin,sekarang,besok,dan masa yang akan datang,kita sebagai penghuni negara "Indonesia" yang tercinta ini akan menjadi pribadi-pribadi yang kerdil,berpikiran dangkal,dan mungkin yang lebih parah lagi kita tidak akan mempunyai rasa "sensitifitas" lagi.Bagaimana kita mau sensitif dengan diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita,bila "rasa" kita untuk berkembang dan berekspresi dipasung oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan keagungan "ideologi" yang luhur dan "norma" yang suci.Ayolahhh... bagaimana kalian bisa mengukur tingginya kasta sebuah ideologi dan norma,karna semua itu tergantung kalian yang mengartikan dan menjalankannya.Jadi,semua itu hanyalah semu dan lekang oleh waktu.

Dan aku muak! ketika ku melihat lagi-lagi sekelompok orang yang merasa dirin
ya benar,menunjukkan kekerdilan bangsa "Indonesia" yang katanya sangat"Demokratis" ini.Hahaha... lihatlah betapa pongahnya mereka saat membubarkan dan mengusir orang-orang yang sedang melakukan "proses kreatif",yakni saat melakukan syuting film "LASTRI".Alasan mereka adalah bahwa film "LASTRI" bermuatan "komunis" yang dapat merusak ideologi bangsa dan negara.Padahal mereka tak mempunyai banyak bukti yang kuat bahwa film "LASTRI" adalah film "komunis".Yaahhhhh... begitulah kita,mudah terprovokasi dan terpancing dengan hal-hal yang belum tentu terbukti kebenarannya.

Dan kalau memang benar film "LASTRI" bertemakan/berintisarikan "komunisme",lalu apa yang salah?.Aku secara pribadi takkan mempermasalahkan apakah sebuah film bertemakan komunis,atheis,probagandais/memprovokasi,mau haluan kanan taupun haluan kiri,semua sama saja.Mengapa kita harus memasung kreatifitas seseorang dalam mengekspresikan apa yang dirasakan dalam diri dan jiwanya.Mengapa kita harus mempermasalahkan hal-hal yang seharusnya tidak penting untuk dipermasalahkan.Aku tahu, pada dasarnya kita takut pada sesuatu yang "asing" dengan kehidupan kita ,karena kita merasa takut akan hanyut dan tenggelam dalam pusaran keterasingan tersebut.Kenapa harus merasa takut? kalau kita mersa sebagai manusia-manusia yang berkarakter kuat dan punya prinsip.

Mengapa kita tak mencoba berpikiran terbuka terhadap segala perbedaan-perbedaan yang ada,karena pada dasarnya kita semua memang berbeda.Biarkanlah perbedaan itu menjadi warna warni yang menghiasi cara kita dalam memandang hidup menjadi lebih indah dan bijaksana.Jiwa-jiwa yang hebat adalah mereka yang bisa menerima dan menghargai segala perbedaan yang ada di dalam kehidupan ini.Bila kita dikelilingi oleh orang-orang yang berpikir dan bertindak sama persis seperti kita,kita akan segera menjadi dungu.Oleh sebab itu bersyukurlah,kita dilahirkan sebagai pribadi yang berbeda-beda dan karena perbedaan itu kita adalah pribadi yang unik dan spesial.Dan "KREATIFITAS" adalah ekspresi dari perbedaan-perbedaan tersebut.Jadi knapa harus memberangus dan memasungnya.Biarkanlah "Kreatifitas" tumbuh subur dalam kehidupan kita.Dan biarkanlah jiwa kita tersenyum dan tertawa bahagia menikmati keagungannya...


Selasa, 11 November 2008

KEPOMPONG



untuk sahabat-sahabatku komunitas "kepompong",percayalah suatu saat kita pasti akan berubah jadi kupu-kupu.Yang akan memberikan kepak sayap bahagianya,indah warna-warni ketulusannya bagi kita sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita.Jangan pernah lelah menantang kerasnya kenyataan hidup.Karena hidup adalah pilihan.Hitam,putih,abu-abu atau warna-warni ceria semuanya tergantung keinginan dan pilihan kita dalam menatap pongahnya dunia.Sedih,bahagia,positif,atau negatif semuanya tergantung kita.

Kita adalah jiwa-jiwa yang bebas.Bebas bukan berarti bebas melakukan apa saja/semau kita.Bebas berarti kita tlah menjadi tuan bagi diri kita sendiri.Kita tahu apa yang harus dilakukan dan dirasakan demi kebahagiaan dan kenyamanan diri.Sahabatku,aku bahagia bisa mengenal kalian.Persahabatan ini akan kukenang slamanya.Ku ukir dalam untaian perjalanan hidupku...........

Kupersembahkan sebuah lagu yang menginspirasi persahabatan kita

KEPOMPONG(sind3ntosca)

Dulu kita sahabat
teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Bridge:
Kini(dulu) kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
nanana3x

semua yg berlalu biarlah berlalu
seperti hangatnya mentari
siang berganti malam
sembunyikan sinarnya hingga
dia bersinar lagi.